Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengenal Fungsi Saringan Udara Sepeda Motor dan Perawatannya

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada sepeda motor, baik yang masih menggunakan karburator atau sudah berteknologi injeksi, umumnya menggunakan saringan udara atau air filter. Komponen ini termasuk penting, karena berhubungan dengan performa mesin.

Saringan udara berfungsi untuk menyaring udara agar kotoran atau debu tidak masuk ke mesin atau ruang bakar. Sebab, mesin juga membutuhkan udara dalam proses pembakaran.

Ade Rohman, Sub Departement Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM), mengatakan, saringan udara memiliki peranan yang sangat penting di dalam sebuah bagian sepeda motor.

Jika komponen yang satu ini tidak dirawat secara berkala, maka dapat timbul kerusakan.

Contohnya, jika saringan udara kotor, maka udara yang masuk ke mesin menjadi lebih sedikit. Sehingga, menyebabkan performa mesin menjadi tidak optimal.

“Perbandingan udara dan bahan bakar yang masuk ke mesin menjadi tidak ideal, sehingga bahan bakar pada sepeda motor akan terasa boros,” kata Ade, dalam keterangan resminya.

Ade menambahkan, perbandingan udara dan bahan bakar yang tidak ideal bisa menyebabkan pembakaran jadi tidak sempurna.

Tak hanya itu, endapan karbon juga bisa terjadi di dalam ruang bakar. Jika endapan karbon sampai menumpuk, bukan tak mungkin terjadi knocking atau mesin mengelitik.

“Tentunya ini akan menyebabkan performa mesin berkurang dan mesin cepat rusak pembakaran tidak sempurna bisa mempercepat kerusakan pada busi dan beberapa komponen lainnya,” ujar Ade.

Agar performa mesin tetap terjaga, maka saringan udara harus tetap dirawat dan dijaga kebersihannya. Beberapa saringan udara ada yang bisa dibersihkan, tapi ada juga yang tidak bisa sehingga harus diganti dengan yang baru.

Dilihat dari bahan utama atau materialnya, filter udara terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Urithane Foam (busa), Dry Paper (bahan sejenis kertas, daya saring lebih bersih dibandingkan dengan jenis Urethane Foam), dan Viscous Paper (bahan sejenis kertas yang dilapisi oli).

"Untuk tipe jenis Urithane Foam dan Dry Paper, kedua jenis ini dapat digunakan kembali setelah dibersihkan dan jadwal perawatan berkalanya mengikuti jadwal perawatan rutin, yaitu sekitar 4.000 kilometer," kata Ade.

Sementara untuk Viscous Paper, jenis ini mempunyai daya saring yang paling baik. Tapi, kekurangannya adalah tidak dapat dibersihkan. Jadi, jika sudah kotor, harus diganti dengan yang baru secara berkala, yaitu setiap penggunaan 16.000 km, berlaku kelipatan.

"Namun, yang harus pengguna tahu serta pahami adalah bahwa setiap filter udara mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan bahan dasarnya. Oleh karena itu, perawatannya pun berbeda-beda sesuai dengan jenisnya masing masing," ujar Ade.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sendiri untuk merawat saringan udara tipe Urithane Foam dan Dry Paper.

Untuk tipe Urithane Foam, cara membersihkannya adalah dicuci menggunakan air detergen atau cairan pembersih lalu kemudian diperas. Jangan gunakan cairan yang mudah terbakar.

Setelah itu, keringkan dengan cara disemprot menggunakan alat penyemprot udara bertekanan. Selanjutnya, lumasi saringan udara menggunakan oli.

Sedangkan untuk tipe Dry Paper, semprotkan udara dari bagian belakang saringan udara yang terdapat flame trap.

Cara penyemprotannya ada dua, yaitu semprot filter udara menggunakan alat penyemprot udara bertekanan dari arah flame trap dengan arah penyemprotan secara horizontal dengan jarak penyemprotan sekitar 3 cm.

Bisa juga menyemprot saringan udara dari arah flame trap dengan arah penyemprotan secara vertikal dengan jarak penyemprotan sekitar 3 cm.

Lakukan proses tersebut sekitar 2 menit atau sampai terlihat tidak ada udara kotor yang keluar lagi.

Jika sudah selesai, semprotkan alat penyemprot udara bertekanan dari bagian depan dengan arah penyemprotannya membentuk sudut 45 derajat dan jarak penyemprotannya 5 cm.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/01/11/144100215/mengenal-fungsi-saringan-udara-sepeda-motor-dan-perawatannya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke