Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apa Bedanya Balap Virtual dengan Balap Sungguhan?

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Honda Prospect Motor (HPM) menjadi pabrikan otomotif pertama yang menggelar kompetisi balap virtual secara nasional. Ajang Honda Racing Simulator Championship (HRSC) melombakan 60 peserta di kelas Professional dan Amateur, dari sekitar 232 pendaftar.

Persaingan selama 6 seri berlangsung seru, dan sebanyak 10 orang juara berhak mendapatkan total hadiah sebesar Rp 65 juta dari ajang balap virtual ini.

Olahraga elektronik atau e-sport kini memang sedang berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. E-Sport semakin diperhitungkan dan mulai banyak diminati masyarakat, terutama kalangan milenial.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, mengatakan, ajang HRSC menjadi salah satu kegiatan yang bisa dilakukan perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

“Seperti kita ketahui, Honda sudah banyak melakukan aktivitas digital. Mula dari pameran sampai perlombaan digital,” ucap Billy, dalam konferensi virtual (4/9/2020).

“Sekarang perilaku orang sudah beralih dari offline ke online. Ini merupakan salah satu kegiatan virtual yang kami selenggarakan, sejalan dengan semangat everyone can race,” katanya.

Balap di Rumah

Sesuai namanya, balap virtual dilakukan lewat perangkat komputer atau konsol game, dan bisa dilakukan di mana saja. Dengan kondisi pandemi Covid-19, balap virtual cocok menjadi kegiatan yang bermanfaat dilakukan di rumah.

Riyan Adisaputra, juara pertama HRSC kelas Amateur, mengatakan, para pemula bisa memulai balap virtual dengan perangkat yang tersedia di rumah, dengan dana yang tentunya menyesuaikan kebutuhan.

“Kalau dari peralatan saya enggak bisa kasih angka yang pasti, tapi mungkin bisa lebih dari Rp 20 juta. Karena kita kan perlu steering wheel, kemudian ada pedalnya, yang mahal ada di komputernya untuk entry level,” ujar Ryan, dalam kesempatan yang sama.

Agar bisa kompetitif, pemula juga harus rajin latihan. Sebagai pebalap virtual, atlet e-sport juga harus memahami dasar-dasar dari balap itu sendiri.

“Karena kalau di simulator racing, walaupun virtual, kita belajar dari kehidupan aslinya. Contohnya dari racing line, kemudian setup mobil, jadi kalau mau cepat beradaptasi latihan dan mempelajari itu,” tuturnya.

Punya Plus dan Minus

Sementara itu, Andika Rama Maulana, juara pertama HRSC kelas Profesional, mengatakan, balap virtual menyajikan kompetisi yang tegang seperti halnya ajang balap sungguhan.

Namun karena berlangsung secara virtual, ada beberapa perbedaan yang tidak bisa dirasakan di balap digital.

“Tentu saja beda. Bedanya balap virtual tidak ada G-Force, tidak terasa panas dan crowd-nya,” ucap Rama.

Meski begitu, balap virtual punya kemiripan dengan balap sungguhan. Di antaranya setting mobil yang sangat fleksibel tergantung dari kondisi lintasan, suhu, dan sebagainya.

“Cuma kalau kita ngomong basic knowledge, etika balap online dan balap beneran itu bisa dibilang sama persis, tidak beda. Bahkan setingan mobil di dunia nyata bisa diterapkan di balap virtual,”katanya.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/09/04/185100415/apa-bedanya-balap-virtual-dengan-balap-sungguhan-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke