Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gaya Berkendara yang Harus Dihindari Pengguna Motor Matik agar Awet

Kompas.com - 23/08/2024, 11:22 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengendarai motor matik dengan cara yang tepat sangat penting untuk menjaga keawetan mesin sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.

Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, pengendara motor matik harus menghindari gaya berkendara yang agresif dan kasar, karena hal ini dapat mempercepat kerusakan mesin dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Wahyu menjelaskan, perlakuan yang kasar terhadap motor matik, seperti sering melakukan akselerasi mendadak atau pengereman yang keras, akan membuat mesin lebih cepat panas dan mudah rusak.

Baca juga: PO Gunung Mulia Rilis Bus Anyar Pakai Bodi Legacy SR3 HD Prime

"Pastinya mesin lebih cepat panas, mesin lebih mudah rusak dan aus, serta komponen-komponen seperti kampas rem dan transmisi akan lebih cepat habis," ujar Wahyu kepada Kompas.com, Kamis (22/8/2024).

Wahyu menambahkan, masalah ini tidak hanya mengurangi usia pakai motor, tetapi juga meningkatkan biaya perawatan.

Selain masalah teknis, Wahyu juga mengingatkan bahwa gaya berkendara yang agresif dapat menimbulkan risiko kecelakaan.

 

"Pastinya akan memperbesar risiko kecelakaan, terjatuh karena tergelincir, hingga mencelakakan pengendara lain menjadi lebih tinggi," kata Wayhu.

Ia juga menyarankan agar pengendara juga mendukung lingkungan yang kondusif dengan tidak menggunakan knalpot dengan suara bising atau "wronk,".

Baca juga: MotoGP Siapkan BMW M5 Terbaru buat Peraih Kualifikasi Terbaik

Selain mengganggu lingkungan sekitar, hal ini juga dapat merusak indra pendengaran, baik pengendara sendiri maupun orang di sekitarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
sangat tidak dianjurkan mengikuti saran mekaniknya,kalau mesin mudah jebol berarti kwalitas mesin emang jelak,lah mesin standar gakk bsa dibawa kencang itu gmana?


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Wapres Filipina Sara Duterte Bela Ayahnya yang Ditangkap ICC
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau