Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada 3 Pabrikan Bus Listrik Dalam Negeri Disebut Siap Beroperasi

Kompas.com - 03/02/2021, 08:22 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier menyatakan bahwa Indonesia tengah membangun transformasi industri bus listrik.

Kini, terdapat tiga pelaku industri yang siap melakukan produksi untuk bus listrik di Tanah Air dengan kapasitas sekitar 1.200 unit dalam satu tahun.

"Saat ini ada tiga industri yang siap beroperasi, diantaranya PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang diinisiasi Pak Moeldoko (Kepala Staf Presiden), PT Inka, dan PT Kendaraan Listrik Indonesia," kata Taufiek dalam Busworld Southeast Asia, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Jangan Ngebut, Persimpangan Jadi Titik Paling Rawan Kecelakaan 

Ketiganya, lanjut dia, sudah menggunakan teknologi penggerak hibrida, plug-in hybrid, dan fuel cell yang sesuai dengan peta jalan Kementerian Perindustrian.

Di samping itu, pemerintah juga serius membangun jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 2030 mendatang.

"Semua sudah kita akomodasi teknologi yang berkembang, sudah ada (sesuai) di roadmap. Pemerintah juga telah serius menyiapkan jaringan charging station, pabrik baterai, serta hal-hal terkait penguatan infrastrukturnya," ujar dia.

Baca juga: Alasan Kenapa PO Bus Sumatera Jarang Berikan Servis Makan

Taufiek berharap, kontribusi industri bus nasional terus meningkat terhadap perekonomian Indonesia mengingat potensinya yang cukup besar.

Jika di bandingan dengan China, penjualan bus sepanjang 2020 lalu sebanyak 437.400 unit dimana 74.400 unit atau 17 persennya adalah bus listrik. Sisanya penjualan bus besar 58.000 unit, 45.000 unit bus sedang dan bus kecil 334.000 unit.

"Yang menarik bus fuel cell juga dipakai di China itu sebanyak 926 unit. Menurut beberapa studi, pertumbuhan bus dunia meningkat rata-rata 7 persen per tahun. Potensi ini bakal terus tumbuh di tahun mendatang," ucap Taufiek.

 Baca juga: Upaya Operator Bus Tingkatkan Kebersihan Kabin

Sementara industri kendaraan niaga di dalam negeri, masih belum optimal. Pada periode yang sama, berdasarkan data Gaikindo total penjualan kendaraan jenis tersebut ialah 135.384 unit, turun hampir separuhnya dari tahun lalu imbas pandemi.

"Dari sisi demografi, Indonesia berpenduduk 260 juta terdiri dari 34 provinsi, 451 kabupaten kota tentunya membutuhkan mobilitas kendaraan besar, seperti bus," kata Taufiek.

"Di samping itu, ada pula kebutuhan sektor-sektor lain seperti pariwisata, pemerintahan, dan niaga. Jadi potensinya masih besar sehingga patut untuk didorong," tambah dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Terkini Lainnya

Arus Balik Lebaran mulai Terlihat di Terminal Pulo Gebang

Arus Balik Lebaran mulai Terlihat di Terminal Pulo Gebang

Niaga
Diskon Tarif Tol 20 Persen di Tol Cipali Berlaku Sampai Hari Ini

Diskon Tarif Tol 20 Persen di Tol Cipali Berlaku Sampai Hari Ini

News
[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

Feature
Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

News
JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

News
Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

News
Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Tips N Trik
Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Tips N Trik
Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

News
Pebalap Indonesia Raih Waktu Tercepat di FP1 Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 di Sydney

Pebalap Indonesia Raih Waktu Tercepat di FP1 Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 di Sydney

Sport
Bahaya Tidur di Dalam Mobil yang Berhenti dengan Mesin Hidup

Bahaya Tidur di Dalam Mobil yang Berhenti dengan Mesin Hidup

Feature
Ini Hak Konsumen Saat Titip Parkir Kendaraan

Ini Hak Konsumen Saat Titip Parkir Kendaraan

Feature
ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2025 Bisa Disanksi

ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2025 Bisa Disanksi

News
Video Keluhan Pemilik Chery J6, Ban Pecah padahal Mobil Baru Tiga Hari

Video Keluhan Pemilik Chery J6, Ban Pecah padahal Mobil Baru Tiga Hari

News
Simak Aturan dan Fungsi Sebenarnya Bahu Jalan Tol

Simak Aturan dan Fungsi Sebenarnya Bahu Jalan Tol

News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025 di Bandara Soekarno Hatta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau