Strategi Operator Bus Selama Pandemi, Mulai Cafe Bus sampai Channel Youtube

Kompas.com - 02/02/2021, 17:21 WIB
Bus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalan CoffeeOnTheBusBus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalan

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi Covid-19 masih belangsung di Indonesia sejak Maret 2020 sampai saat ini. Salah satu bisnis yang terdampak dari pandemi ini adalah operator bus, baik AKAP maupun pariwisata.

Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menceritakan sedikit bagaimana cara operator bus menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Saat awal pandemi, semua yang ada di industri transportasi gagap melihat kondisi seperti ini. Tapi dari pandemi ini operator mendapatkan pelajaran dan harus berpikir kreatif,” ucap pria yang akrab disapa Sani ini dalam Webinar Busworld SouthEast Asia – Session 2, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Harga SUV Murah Mulai Mahal di Februari 2021

Bus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalanCoffeeOnTheBus Bus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalan

Misalnya seperti di awal pandemi Covid-19, banyak PO bus pariwisata yang mengubah kabin busnya menjadi kafe berjalan atau coffee on the bus.

Tentunya hal ini merupakan hasil kolaborasi antara PO bus dengan coffee shop atau restoran.

“PO bus melakukan inovasi untuk bertahan. Misalnya bus kopi, restoran berjalan sambil mengikuti physical distancing. Hal ini menjawab permintaan orang yang tidak tahan berdiam diri di rumah waktu itu,” kata Sani.

Selain itu, sempat juga PO bus AKAP tidak boleh beroperasi saat bulan Mei sampai Juni 2020. Pada masa tersebut, dimanfaatkan oleh PO bus untuk melakukan perbaikan armada baik sasis, dan bodi.

Namun setelah itu, bus kembali boleh beroperasi dengan pembatasan penumpang yang ketat.

Baca juga: Banyak yang Belum Paham, Perbedaan Ganti dan Kuras Oli Matik

Kabin bus AKAP PO Sumber AlamKaroseri Laksana Kabin bus AKAP PO Sumber Alam

“Setelah beroperasi, kita belajar dan melihat situasi yang terjadi, bagaimana menyikapi virus yang ada di bus. Misalnya pemasangan air purifier dan disinfektan di dalam bus,” ucapnya.

Dengan dipasangnya perangkat tersebut, harapannya penumpang jadi merasa lebih nyaman baik secara psikologis dan klinis. Selain itu juga berbaga PO bus mulai menggeluti digital marketing dengan membuat akun Youtube.

“Tujuan dibuatnya channel Yotube agar masyarakat tidak lupa dan meyakinkan mereka kalau operator tetap melakukan yang terbaik saat masa pandemi,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X