Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Imbas Covid-19, Konsumsi BBM Pertamina Turun 8 Persen

Kompas.com - 27/03/2020, 16:48 WIB
Stanly Ravel,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman di masa siaga virus corona (Covid-19).

Namun demikian, dari pantauan selama meluasnya wabah corona di Indonesia, konsumsi masyarakat terhadap penggunaan BBM mengalamai penurunan.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, hal ini terjadi sejak merebaknya wabah corona dan dimulainya penerapan work from home (WFH).

Baca juga: Chevrolet Hengkang dari Indonesia, Ini Komentar Penggunanya

"Secara umum konsumsi BBM tirun 8 persen dari rata-rata nasional harian atau dari 134,87 ribu KL menjadi 123,74 ribu KL," kata Fajriyah dalam keterangan resminya, Jumat (27/3/2020).

Namun demikian, Pertamina tetap menjaga ketersediaannya. Fajriyah mengatakan BBM rata-rata nasional berada di level 23 hari.

Jumlah ini dianggap aman untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari di tengah pandemi corona dan akan terus ditambah sesuai suplai.

"Stok ini akan terus ditambah sesuai dengan jadwal suplai yang telah direncanakan berdasarkan tingkat konsumsi masyarakat di setiap wilayah," ucap Fajriyah.

Lebih lanjut Fajriyah menyampaikan, meski kondisi darurat, namun secara keseluruhan operasional produksi, pengolahan, distribusi, dan pemasaran produk akan tetap berjalan.

Bahkah untuk mendukung kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah, Pertamina juga mengoptimalkan layanan pengantaran atau Pertamina Delivery Service bagi masyarakat yang memilih untuk beraktivitas di rumah saja selama kondisi siaga.

Baca juga: Yamaha RX-King Bonsai, Kesan Sangar Luntur Seketika

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus, Pertamina juga menyemprotkan disinfektan di fasilitas SPBU dan penerapan prosedur tambahan bagi petugas SPBU, seperti penggunaan masker, sarung tangan dan hand sanitizer.

"Kami telah menerapkan kebijakan secara internal untuk pengaturan pekerja di mana pekerja di dalam lingkungan operasional perusahaan tetap masuk, sementara untuk pekerja kantoran menjalankan work from home. Dengan kebijakan tersebut, kami memastikan pasokan BBM dan aman ke depannya," kata Fajriyah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Pulau “Kosong” dan Pangkalan Militer Kena Tarif Trump Juga, Kok Bisa?
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau