Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penting Atur Posisi Headrest Agar Berfungsi Optimal

Kompas.com - 07/02/2020, 14:32 WIB
Ari Purnomo,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com- Headrest atau sandaran kepala pada pada jok mobil menjadi salah satu komponen keselamatan saat berkendara. Terutama saat terjadi tabrakan atau benturan keras dari belakang kendaraan.

Agar headrest bisa berfungsi secara optimal, maka posisinya juga harus disesuaikan dengan pengemudi maupun penumpang.

Seperti diketahui, headrest mempunyai tombol pengaturan sehingga ketinggiannya bisa disesuaikan dengan kepala pengemudi maupun penumpang.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Untuk mengaturnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni posisi bagian tengah dan juga bagian atas headrest.

Director Training The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, headrest harus diatur ketinggiannya.

“Headrest harus diatur ketinggiannya, dengan cara tengahnya headrest harus sejajar dengan ujung atas telinga,” kata Marcel kepada Kompas.com, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Headrest di Jok Mobil Jangan Dilepas, Akibatnya Bisa Fatal

Lanjut Marcell, untuk bagian headrest harus sejajar dengan bagian atas kepala pengemudi atau penumpang. Apabila pengemudi atau penumpang mempunyai postur yang tinggi maka posisi headrest ini juga perlu disesuaikan.

“Headrest pastikan wajib diatur, karena bila headrest berada di leher maka justru bisa menyebabkan cedera yang fatal,” katanya.

Untuk itu, Marcell mengatakan, sebelum berkendara atau melakukan perjalanan pastikan posisi headrest sudah sesuai.

Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan juga kenyamanan pengendara selama melakukan perjalanan.

Marcell menambahkan, untuk pengemudi sebaiknya juga tidak menggunakan bantal leher atau neck pillow. Menurutnya, jika hal itu dilakukan justru bisa membahayakan penggunanya.

Baca juga: Ini Fungsi Vital Sandaran Kepala pada Jok Mobil

“Lebih baik tidak usah pakai neck pillow, karena bisa saja malah membahayakan dan memperburuk efek whiplash. Hal ini karena menahan leher dan bukan kepala saat ditabrak dari belakang,” ujarnya.

Marcell juga mewanti-wanti kepada para pemilik mobil agar tidak sekali-kali melepas headrest. Pasalnya, jika hal itu dilakukan akibatnya bisa sangat berbahaya.

Bukan saja ancaman terjadinya cedera tulang leher tetapi juga kematian mendadak akibat cedera parah pada bagian leher.

“Jangan sampai melepas headrest, karena akibatnya bisa sangat berbahaya. Karena jika terjadi benturan tidak ada penyangganya, bisa cedera leher karena efek whiplash atau bahkan kematian,” ucapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
One Way di Jalur Puncak Bogor, Kendaraan Disetop di Exit Tol Ciawi
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau