Thailand Mau Jadi Pusat Mobil Listrik di Asia Tenggara - Kompas.com

Thailand Mau Jadi Pusat Mobil Listrik di Asia Tenggara

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 22/03/2017, 07:43 WIB
Bangkokpost.com Ilustrasi mobil listrik Thailand.

Bangkok, KompasOtomotif -  Dewan Investasi (BoI) Thailand, akan membahas rencana pengembangan kendaraan listrik (EV/electric vehicle), pada pertemuan yang dipimpin oleh Prayuth Chan-ocha, Perdana Menteri Thailand, pada 24 Maret 2017.

Kendaraan listrik menjadi salah satu dari 10 strategi industri Thailand, yang fokusnya akan bergerak ke arah teknologi tinggi dan ekonomi berbasis inovasi. Wakil Perdana Menteri Somkid Jatusripitak mengatakan, pertemuan itu akan membahas rinci, terkait rencana lima dan 10 tahun untuk industri EV.

"Kami akan finalisasi roadmap, yang bakal berfungsi sebagai pedoman bagi industri terkait, menawarkan timeline untuk pengembangan EV kami," ujar Somkid, mengutip Bangkok Post, Selasa (21/3/2017).

Demi meng-goal-kan rencana ini, BoI menggoda investor dengan fasilitas tax holiday, terhadap perusahaan selama 15 tahun. Jika investor menghabiskan dananya pada penelitian dan pengembangan (R&D), mereka dapat meminta dukungan keuangan dari pemerintah.

Pemerintah Thailand menyiapkan 10 miliar baht atau Rp 3,83 triliun untuk melayani permintaan investor, sebagai insentif untuk R&D.

Somkid mengakui, kalau pemerintahnya pernah gagal untuk menarik investasi di sektor EV, karena kurangnya permintaan. Namun, Somkid menekankan, ada tren yang nyata, kalau kendaraan listrik akan berbuah manis dalam lima tahun ke depan, karena fluktuasi harga bahan bakar dan perhatian publik dengan lingkungan.

"Jika produsen mobil tidak bertindak sekarang tentang kendaraan listrik, mereka akan tertinggal. Pengembangan mobil ini membutuhkan waktu, dan lebih cepat lebih baik," ujar Somkid.

Salah satu produsen mobil asal Jerman, BMW, sudah menyampaikan minatnya untuk membangun pabrik baterai di Thailand.  Sementara mereka sudah selangkah lagi mewujudkan industri otomotif yang berteknologi tinggi dan ramah lingkungan, Indonesia masih saja jalan di tempat, tanpa progress berarti.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM