Senin, 27 Maret 2017

Otomotif

Proyeksi Bisnis Asuransi Kendaraan Bermotor Tumbuh

Istimewa Asuransi Adira.

Jakarta, KompasOtomotif – Bisnis asuransi kendaraan bermotor nasional 2016 berkontribusi 26,5 persen secara keseluruhan, atau ada di posisi kedua setelah asuransi harta benda. Angka tersebut tumbuh hanya 0,4 persen dari 2015, atau naik 61,9 miliar.

Rian Ardianto, Underwriting Motor Vehicle Department Head Adira Insurance, mengatakan, akan ada pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor di 2017, seiring dengan optimisme Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI).

“AISI memperkirakan situasi pasar roda dua pada tahun 2017 tidak jauh berbeda dengan tahun 2016 dengan total penjualan sebesar 6,1 juta unit. Sedangkan dari Gaikindo, penjualan mobil di pasar domestik diperkirakan tumbuh sebesar 6 persen. Mengacu dari proyeksi tersebut, industi asuransi kendaraan bermotor masih berpotensi tumbuh,” ujar Rian kepada KompasOtomotif, Jumat (17/3/2017).

Lebih dari itu, tutur Rian, optimiseme pertumbuhan lantaran adanya kebijakan penyesuaian tarif premi, yang secara resmi akan diberlakukan per April 2017. Ini didiprediksi cukup membantu meningkatkan premi asuransi kendaraan bermotor.

“Berdasarkan data-data di atas, Adira sendiri menargetkan untuk bisa mempertahankan pencapaian premi asuransi kendaraan bermotor pada 2016,” ucap Rian.

Kontributor Terbesar

Untuk lini bisnis kendaraan bermotor baik konvensional dan syariah, masih menyumbang lebih dari 50 persen pendapatan premi Adira. Di tahun 2015 porsi premi kendaraan bermotor sebesar 55 persen, dan naik 57 pada 2016 lalu.

“Sehingga komposisi premi kendaraan bermotor dan non kendaraan bermotor menjadi 57 persen dan 43 persen. Untuk 2017 sendiri, perbandingan portfolio kendaraan bermotor dan bukan, tidak akan jauh berbeda dengan 2016,” tutur Rian.

Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor : Agung Kurniawan
TAG: