Jumat, 31 Oktober 2014

Otomotif


Jokowi Diharapkan Bangun Rusun di Kapuk Muara

Penulis: Robertus Belarminus | Selasa, 11 Desember 2012 | 18:01 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Robertus Belarminus

Tenda pengungsian korban kebakaran di Kapuk Utara II, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Selasa (11/12/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono meninjau langsung lokasi kebakaran di Kapuk Utara II, Kelurahan Kapuk Muara. Dalam kunjungannya tersebut, Bambang menyatakan perlu merelokasi warga ke tempat hunian yang layak.

Menurutnya, lokasi kebakaran merupakan pemukiman kumuh yang padat penduduk. Namun, mengenai kepastian rencana tersebut, pihaknya masih mengkaji kembali rencana ke depannya seperti apa.

Bambang menyatakan akan melaporkan hal tersebut ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berkenaan dengan tempat tinggal yang layak bagi korban kebakaran. Hal itu juga sesuai dengan instruksi Gubernur mengenai penataan daerah kumuh agar tertata rapi.

"Karena tanah ini belum tahu milik siapa. Apakah nanti ingin seperti di Kampung Sawah yang tanahnya dibeli pemerintah kemudian dibangun rumah susun (rusun) agar warga menempatinya, atau kerjasama dengan pemilik lahan kita belum tahu. Kita masih mencari bentuk," kata Bambang, Selasa (11/12/2012).

Bambang mengatakan bahwa saat ini sudah dilakukan upaya menampung warga korban kebakaran dengan membangun tenda dan juga fasilitas kesehatan yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Di sana, warga bisa memperoleh fasilitas air bersih, makanan, dan pelayanan kesehatan gratis selama mereka masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

"Tindaklanjutnya bagaimana menjaga warga masyarakat ini jangan sampai kelaparan, jangan sampai kesakitan, jangan sampai mereka tidak mandi dan tidak bisa cuci tangan. Kita persiapkan fasilitas kesehatan dua puluh empat jam. Ada dapur umum, bantuan pakaian dan makanan, baik untuk anak kecil maupun orang dewasa termasuk untuk bayi seperti susu dan sebagainya," jelas Bambang.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB pagi tadi dan membakar ratusan bangunan dengan areal seluas 1,2 hektar yang dihuni 800 KK atau 2.500 jiwa. Pihaknya turut merasa prihatin dengan kejadian tersebut.

Dengan adanya usul tempat hunian baru bagi warga yang lebih layak dan tertata rapi, Bambang berharap kejadian seperti kebakaran tidak akan terulang lagi. Sebab ini merupakan kebakaran kali kedua yang terjadi di lokasi yang sama.

Pantauan Kompas.com, sejumlah tenda dan bantuan kepada ribuan warga yang mengungsi terus berdatangan dan dibangun. Saat ini sejumlah warga nampak telah menempati beberapa tenda yang telah disediakan.

Fasilitas cek kesehatan dan unit pendukung dari mobil pengangkut air bersih, dan toilet umum sudah mulai digunakan oleh warga. Selain itu, bantuan tenda dari sejumlah pihak dan juga dari PMI tampak sudah berdiri di lokasi.

 


Editor : Ana Shofiana Syatiri