Jumat, 28 November 2014

Otomotif


Target Industri Otomotif Nasional 2011 - 2025: 4,17 Juta Mobil, 7,57 Juta Motor

Penulis: Zulkifli BJ | Rabu, 22 Oktober 2008 | 18:05 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : Kompas.com/Zulkfifli BJ

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan perluasan pabrik Daihatsu di Sunter, Jakarta Utara

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/Zulkfifli BJ

    Suzuki APV, selain untuk pasar domestik juga diekspor ke manca negara

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/Zulkfifli BJ

    Pameran, salah cara untuk meningkatkan penjualan. Terbukti, penjualan tertinggi tahun ini dicapai pada Juli 2008, saat pameran dilangsungkan.

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/Zulkfifli BJ

    Industri sepeda motor juga tumbuh pesat. Tempat parkir darurat dipenuhi motor

JAKARTA, RABU - Otomotif telah dijadikan sebagai salah satu primadona industri oleh Departemen Perindustrian. Hal itu terlihat dari target industri otomotif nasional untuk 2011-2025 yang dikeluarkan Deperin.

Menurut Deperin, proyeksi pertumbuhan produksi mobil di Indonesia setelah 2010 setiap tahunnya tumbuh 10%. Karena itu pula, diperkirakan pada 2025 akan mencapai 4,17 juta unit.

Tahun ini, meski kondisi ekonomi tidak pasti, namun beberapa pelaku berani memperkirakan penjualan mencapai 600.000 unit. Pasalnya, sampai akhir September 2008, penjualan sudah mencapai 466.000 unit.

“Apakah dalam 3 bulan, yaitu Oktober, November dan Desember, penjualan tidak bisa mencapai 150.000 atau rata-rata sebulan 50.000 unit,” komentar Teddy Irawan  deputi direktur pemasaran Nissan Motor Indonesia. Padahal sebelumnya, presdir Toyota, Johnny Darmawan karena adanya krisis ekonomi global, memperkirakan penjualan tahun ini minimal 580.000 unit.

Bahkan, Norio Ota, presdir PT NMI, kondisi penjualan mobil tahun depan tetap cerah. “Krisis ekonomi global tak terlalu besar pengaruhnya terhadap bisnis mobil di Indonesia,” jelasnya saat mengadakan acara halal bihalal dengan wartawan ibu kota.

Di lain hal, pertumbuhan produksi sepedamotor di Indonesia tidak seperti tahun ini. Setelah 2010, Deperin memperkirakan pertumbuhan hanya 1,5%. Hal ini memang pernah dikemukakan para pelaku industri sepeda motor di Indonesia.

“Suatu saat industri sepeda motor akan jenuh. Pertumbuhan tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya akan mengalami perubahan tren,” ungkap Ir. Dyonisius Beti MM dari PT Yamaha Motor Kencana Indonesia. Bahkan pada 2020 – 2025, Deperin memperkirakan pertumbuhan industri otomotif stagnan atau hanya naik 4%. Sejalan dengan itu, nilai nominal pertumbuhan industri otomotif Indonesia, baik penjualan domestik maupun juga meningkat.

Proyeksi pertumbuhan industri mobil dan sepeda motor  Indonesia sampai 2025 (juta unit)

 
2011
2015
2020
2025
M o b i l
Produksi
1,00
1,61
2,59
4,17
Penjualan
0,76
1,22
1,97
3,17
Ekspor
0,24
0,38
0,62
1,00
Nilai (*)
140,00
225,40
363,02
584,78
M o t o r
Produksi
6,53
7,03
7,57
7,57
Penjualan
6,48
6,98
7,52
7,52
Ekspor
0,04
0,05
0,05
0,05
Nilai (*)
65,27
70,31
75,75
90,89
Sumber: Departemen Perindustrian, 2008, .
 (*) Dalam Rp Trilyun.

Editor :