Rabu, 3 September 2014

Otomotif


Common Rail (Bagian 2-Habis)

Sistem Kerja Injektor

Penulis: Zulkifli BJ | Jumat, 29 Agustus 2008 | 13:29 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

    1.Diesel common rail dengan komponen pendukungnya. Kerja mesin diatur oleh komputer

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

    2.Injektor piezo-elektrik, generasi ke-3 common rail


Cara kerja injektor mesin diesel common rail tidak sama dengan mesin diesel konvensional. Di sini, injektor bekerja menggunakan teknologi solenoid atau elektrik. Pada mesin lama, injektor bekerja dengan hidro-mekanik.  Malah versi terakhir, generasi ke-3, injektor bekerja secara piezo-elektrik.

 Injektor mesin diesel modern sama dengan injektor mesin bensin yang menggunakan sistem injeksi. Dalam hal ini, injektor diaktifkan oleh arus listrik yang diatur oleh komputer.

Jumlah solar yang akan disemprotkan diatur berdasarkan lamanya nosel membuka. Komputer mengatur kerja injektor ini berdasarkan informasi yang diterima dari sensor-sensor lain, misalnya putaran mesin, tekanan regulator, tekanan bahan bakar,   suhu solar, posisi pedal gas,  putaran mesin, silinder, tekanan turbo, aliran udara, air pendingin, kecepatan kendaraan dan seterusnya. 

Rangkaian komponen tersebut  jelas tidak diperlukan atau tidak ada pada  mesin diesel konvensional. Komputer juga menentukan waktu injeksi (injection timing) berdasarkan  sinyal yang diterimanya dari sensor di kruk as atau roda gila.

 Dengan demikian, mesin diesel common rail, mampu memenuhi harapan banyak orang.  Untuk mengurangi getaran misalnya,  cukup dilakukan  dengan  menyemprotkan bahan bakar secara bertahap untuk mencegah  timbulnya ledakan besar bila dilakukan sekaligus.  Cara ini mirip seperti orang melakukan pembelian secara kredit.   Kalau pembayaran dilakukan sekaligus, ‘kantung langsung meledak’.

Di lain hal, karena tekanan pada sistem pasokan bahan bakar sangat tinggi, molekul semprotan lebih kecil dan merata. Hasilnya, pembakaran berlangsung  mulus dan lancar. Tekanan tinggi dari common rail terus ditingkatkan untuk mesin-mesin diesel masa mendatang.  

Kini,  para pakar  mesin  diesel  sudah ancang-ancang menaikkan tekanan  sampai 2000 bar. Dengan tekanan setinggi itu ditambah lagi dengan kemampuan komputer mengatur waktu  injeksi yang lebih fleksibel, para ahli sudah menyimpulkan, mesin diesel nantinya tak lagi memerlukan glow plug atau busi pijar   untuk menghidupkan mesin di pagi hari.    Caranya, cukup dengan menunda waktu penyemprotan bahan bakar.

Daya tarik lain dari mesin diesel adalah turbocharger. Perbandingan kompresi yang tinggi, membuat turbo lebih “sreg”  hidup bersama dengan  mesin diesel ketimbangan  bensin.  Karena itu jangan heran, kemampuan mesin diesel menghasilkan tenaga akan menyamai mesin bensin. Sedangkan efisiensi atau keiritan, tak bisa ditandingi oleh mesin bensin.

Generasi Common Rail:
Ke-1: Injektor  yang bekerja denga solenoid dengan tekanan injeksi sampai 1350 bar
Ke-2: Injektor solenoid dengan tekanan injeksi ampai 1600 bar
Ke-3: Piezo injektor dengan tekanan 1800 bar.


Editor :