Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Truk yang Mengalami Pecah Ban Membahayakan Pengemudi Lain

Kompas.com - 23/01/2025, 07:12 WIB
Selma Aulia,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

1


JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan terjadi di ruas Tol Cipularang KM 80+400 arah Bandung, melibatkan truk Hino yang pecah ban depan kanan dan menabrak Toyota Avanza, Rabu (22/1/2025).

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, diduga truk melaju di jalur lambat dan mengalami pecah ban depan sisi kanan sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan laju dan menabrak Avanza di jalur cepat, menyebabkan kedua kendaraan saling berhimpitan.

Menanggapi kejadian tersebut, Tire & Rim Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko mengatakan, antisipasi pecah ban pada truk ini sangat minim.

Baca juga: Video Sopir Truk Alami Rem Blong dan Bisa Masuk ke Jalur Penyelamat

“Mobil penumpang direm kalau ada yang pecah satu bannya terus direm dia akan kehilangan kendali. Tapi kalau truk tidak secepat mobil penumpang, lepas gas saja dia akan mengurangi kecepatan dengan sendirinya,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Rabu (22/1/2025).

Lebih lanjutnya, Bambang mengatakan, jika truk mengalami pecah ban, pengemudi pasrah dan perlu fokus menahan setir agar kendaraan tidak mengarah ke luar jalur.

“Sudah pasrah, kalau bisa setir ditahan supaya tidak mengarah ke mana-mana itu aja. Pecah ban sampai terjadi kecelakaan dan sebagainya itu hitungannya detik bukan menit, jadi sudah ga bisa apa-apa. Jadi kalau menurut teori pecah ban hanya memperlambat tanpa menggunakan rem, kalau memperlambat menggunakan rem berarti melepas pedal gas,” ucapnya.

Dia mengatakan bahwa ketika kendaraan mengalami pecah ban, pengendalian kendaraan menjadi sangat sulit. Meskipun ada banyak teori mengenai cara menghadapi situasi tersebut.

Baca juga: Geely Resmi Masuk Indonesia, Lansir Mobil Listrik EX5


“Kendaraan apapun kalau pecah ban, pasti sulit dikendalikan. Teorinya memang banyak, tapi ketika terjadi biasanya pengemudi langsung panik,” ucap Bambang.

Atas kejadian ini, Agni Mayvinna, Senior Manager Representative Office 3 JMT, mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama berkendara.

"Mari tingkatkan antisipasi jika melintas atau berdekatan dengan kendaraan besar seperti truk dan bus, khususnya saat melintas di Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi. Jika melihat kendaraan melaju dengan tidak semestinya, segera laporkan ke petugas melalui call center 14080," ucap Agni.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

1
Komentar
ber ulang kali truk mengalami laka d jln tol, kenapa msh aja tidak ada regulasi tentang truk di jln tol demi keselamatan pengguna jln tol lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Alasan China "Hukum" Taiwan dengan Kirim Jet, Heli, Kapal Perang
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau