Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Petugas Cuci Bus Double Decker, Repot tapi Dibayar Lebih

Kompas.com - 20/06/2024, 15:21 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Bus AKAP model double decker atau tingkat saat ini menjadi salah satu layanan yang gencar dipromosikan oleh perusahaan otobus (PO).

Bahkan kini berbagai PO seakan saling adu memberikan berbagai fasilitas terbaik untuk menarik minat pasar naik bus tingkat

Baca juga: Biaya Poles Pelek Mobil Teknik Diamond Cut dan Aluminium Brushed

Lantaran punya dua dek dalam satu bus, maka dari itu postur kendaraan ini lebih tinggi menjulang dari ukuran bus pada umumnya yang hanya single dek.

Banyak yang penasaran, bagaimana cara membersihkan atau mencuci bus tingkat dengan ukuran yang tinggi?

Wawan salah satu jasa tukang cuci bus yang ada di Terminal Bubulak, Bogor mengatakan, mencuci bus tingkat metodenya hampir sama seperti bus pada umumnya. Hanya saja alat penunjang untuk mencucinya harus khusus. 

"Biasanya ada dua orang yang bekerja sama mencuci bus. Orang yang satu memegang selang untuk disemprotkan ke arah bus, yang satu lagi memegang tongkat pel atau pembersihnya. Tongkatnya tentu lebih panjang dari ukuran yang biasa digunakan untuk bersihkan bus single dek. Bisa juga pakai tangga, ukuran tangganya juga harus lebih tinggi dari yang biasanya," kata Wawan kepada Kompas.com, Rabu (19/6/2024).

Cara bersihkan bus tingkatYoutube Topan chanel Cara bersihkan bus tingkat
 

Baca juga: Triumph Rilis Bonneville T120 Elvis Presley, Cuma Diproduksi 925 Unit

Pria yang sudah lima tahun menekuni profesi itu mengatakan, meski lebih lebih merepotkan lantaran punya ukuran yang lebih tinggi. Dirinya tetap menyukai mencuci bus tingkat lantaran upahnya berbeda dari membersihkan bus single dek. 

"Mencuci bus tingkat memang dibayarnya lebih besar dari bus bus biasa karena secara ukuran memang beda. Sabun, air dan tenaga untuk mencuci bus tingkat pasti akan lebih banyak keluar," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com