Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/03/2023, 19:12 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa hari belakangan ini, curah hujan di Jakarta dan sekitarnya cukup tinggi. Kondisi ini menyebabkan kerusakan jalan, seperti jalan berlubang hingga jalan ambles.

Permukaan jalan yang ambles sempat terjadi pada Jalan RA Kartini, Cilandak, Jakarta Selatan. Namun, kini sudah diperbaiki oleh Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Disebutkan bahwa kejadian tersebut diakibatkan gorong-gorong yang pecah.

Baca juga: Musim Hujan, Awas Banyak Lubang yang Bisa Mencelakai Pengendara Motor

Kejadian jalan ambles di Jalan RA Kartini ternyata bukan yang pertama kalinya. Pada 2022, Jalan RA Kartini yang menuju Jalan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, juga pernah ambles akibat tergerus air.

Ilustrasi mengemudi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi mengemudi.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, jalan ambles saat musim hujan bisa terjadi di mana saja. Sehingga, pengemudi wajib waspada saat melihat jalan berlubang yang semakin membesar.

Namun, insiden jalan ambles sama seperti bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi.

Baca juga: Kendala Berkendara Saat Hujan untuk Pengendara Berkacamata

“Pengemudi harus duduk sempurna untuk dapat fokus dengan kondisi sekeliling, karena dengan posisi duduk yang sempurna, pengemudi yang melewati jalan berlubang diharapkan tetap fokus dan jangan panik, selalu cek sekeliling melalui kaca spion,” ujar Sony, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Separuh Jalan Raya RA Kartini, Cilandak, Jakarta Selatan, yang menuju Jalan Fatmawati, ambles pada Sabtu (15/10/2022) sore. KOMPAS.com/Muhammad Isa Bustomi Separuh Jalan Raya RA Kartini, Cilandak, Jakarta Selatan, yang menuju Jalan Fatmawati, ambles pada Sabtu (15/10/2022) sore.

Sony menambahkan, lihat apakah ada yang tidak normal dengan kendaraan dan sekitarnya. Sebab, permukaan jalan yang ambles biasanya proses terjadinya secara perlahan-lahan.

“Ada waktu sekitar lima sampai 10 detik untuk evakuasi dengan cara menyelamatkan penumpang terlebih dahulu (melepas sabuk pengaman), dan segera minta mereka keluar menjauh dari kendaraan dan mencari tempat yang aman (area yang luas, terbuka dan rata),” kata Sony.

Menurutnya, sikap yang paling utama adalah jangan panik, selalu waspada, dan segera merespons seandainya tiba-tiba sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com