Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Besaran Insentif Kendaraan Listrik, Motor Dapat Rp 7 Juta, Mobil Masih Dihitung

Kompas.com - 06/03/2023, 15:37 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa rumusan pemberian insentif kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) sudah final.

Kebijakan tersebut rencananya bakal mulai diimplementasikan pada 20 Maret 2023 mendatang, karena masih ada beberapa teknis yang harus disempurnakan dan juga diresmikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Nanti kita akan keluarkan teknisnya, segera. Sekarang sedang dikerjakan. Pokoknya kita berharap efektif pada 20 bulan ini sudah beres," kata dia dalam Konferensi Pers di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (6/3/2023).

Baca juga: Luhut Umumkan Insentif Kendaraan Listrik Resmi Berlaku 20 Maret

Gesits G1 di IIMS 2023KOMPAS.com/DAAFFA ALHAQQY Gesits G1 di IIMS 2023

"Kami sudah koordinasi dengan DPR, Banggar (Badang Anggaran), karena ini belum masuk ke sidang, tapi sudah kami koordinasikan dan tidak ada masalah," lanjut Luhut.

Meski demikian, dipastikan bahwa insentif yang akan diberikan untuk kendaraan roda dua listrik sejumlah Rp 7 juta. Besaran serupa juga diberikan untuk konversi kendaraan konvensional berbahan bakar fosil ke listrik.

Tetapi soal insentif mobil listrik yang dikatakan punya skema berbeda, belum dapat ia ungkapkan secara rinci.

"Bantuan untuk mobil sudah ada tabelnya di sini, nanti kita umumkan secara resminya berapa," kata Luhut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu juga mengatakan bahwa insentif hanya diberikan kepada produk yang sudah dirakit secara lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri alias TKDN 40 persen.

Baca juga: Daftar Mobil Listrik yang Sudah Dijual di Indonesia

Hyundai Ioniq 5 banyak diminati untuk test drive di IIMS 2023KOMPAS.com/Daafa Hyundai Ioniq 5 banyak diminati untuk test drive di IIMS 2023

Lebih rinci, mobil listrik yang diajukan dapat insentif ke pihak Kementerian Keuangan ialah Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV. Penyaluran insentif akan diberikan kepada 35.900 unit hingga Desember 2023.

Sementara untuk roda dua, hanya diberikan untuk 200.000 unit sepeda motor listrik, yang mencangkup pabrikan Gesits, Selis, dan Volta.

Adapun jumlah bus listrik yang bakal diberikan insentif sampai akhir tahun, sebanyak 138 unit dan konversi untuk 50.000 unit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com