Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Perawatan Mobil Matik Lebih Mahal ketimbang Manual?

Kompas.com - 21/01/2023, 08:22 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Populasi mobil transmisi matik beberapa tahun belakangan meningkat cukup signifikan di Indonesia. Pemilik mobil kini lebih mempertimbangkan faktor kenyamanan dan kemudahan untuk mobilitas harian yang padat lewat mobil matik. 

Namun, faktanya masih ada pertimbangan lain bagi konsumen ketika mau beli mobil dalam hal pilihan transmisi, terutama di daerah bukan kota-kota besar. Beberapa perhitungan yang dilakukan meliputi, biaya perawatan, kemampuan jelajah, dan efisiensi bahan bakar. 

Perawatan mobil matik dianggap lebih mahal dibandingkan transmisi manual. Pemikiran itu menurut sebagian orang dikarenakan bujet perawatan rutin dan biaya perbaikan yang besar bila sampai rusak. 

Lantas, apakah hal itu tetap demikian adanya? 

Baca juga: Posisi Tuas Transmisi Mobil Matik yang Benar Saat Macet di Jalan Menanjak

Kepala Bengkel Nasmoco Janti Yogyakarta Bambang Sri Haryanto mengtakan, perawatan rutin mobil matik malah bisa dihitung keseluruhan membutuhkan bujet yang lebih murah. 

"Ganti oli transmisi matik 20.000 kilometer. Bujet untuk servis juga total kurang lebih sama seperti mobil manual saat ganti oli transmisi. Tapi, ada komponen kopling yang waktu pergantiannya lebih cepat di manual," kata Bambang. 

Ganti oli matik Dicky Aditya Wijaya Ganti oli matik

Namun, memang untuk perbaikan besar seperti pergantian kopling dan sebagainya, mobil matik terbilang lebih mahal. 

Meski demikian, banyak yang beranggapan transmisi manual lebih sensitif terutama di medan yang ekstrem. Mobil matik dianggap unggul karena faktor kemudahan operasional. 

Menurut Bambang, pengoperasian mobil matik lebih mudah dan aman untuk pemula. Pada transmisi manual, risikonya besar yaitu mobil bisa meluncur hingga kampas kopling habis terbakar. 

"Mobil manual butuh jam terbang. Kaitannya skill matang dan refleks perpindahan (pedal) gas, rem, dan kopling. Salah atau terlambat, mobil bisa menabrak kendaraan lainnya. Atau kampas kopling terbakar bila salah melepas pedal kopling," terangnya. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.