Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/01/2023, 15:00 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sopir atau pengemudi menjadi sosok penting dalam perjalanan layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan pariwisata.

Tanpa peran sopir, penumpang tidak akan mungkin bisa sampai ke wilayah tujuan. Di Indonesia sendiri ada berbagai perusahaan otobus (PO) dengan sejumlah armada yang melayani berbagai rute ke luar kota.

Kendati demikian, banyak pengemudi atau sopir bus yang tetap menekuni profesi ini selama bertahun-tahun. Alhasil, suka duka menjadi supir bus sudah mereka alami, terutama untuk pendapatan yang diterima.

Baca juga: Salah Pakai Cover Mobil Bisa Bikin Cat Rusak

Tessy, salah satu supir bus AKAP dari PO Haryanto mengatakan, jika umumnya gaji bersih yang diterima oleh supir bus di Indonesia tidak jauh berbeda.

“Kalau soal penghasil, semua di PO itu besarannya standar. Namun gaji supir tergantung PO masing -masing. Kalau di PO tempat saya bekerja satu orang supir gajinya per PP (Pulang - Pergi ) Rp 200.000,” kata Tessy kepada Kompas.com, Minggu (8/1/2023).

Akan tetapi, pria yang sudah berprofesi sebagai supir PO Haryanto sejak 2012 tersebut mengatakan jika ada pula gaji premi pada tiap divisi.

Divisi yang dimaksud yaitu tiap rute layanan dari PO akan berbeda. Pendapatan serupa juga akan diperoleh oleh supir pengganti atau supir cadangan yang ikut perjalanan.

Tessy menjelaskan, dalam satu minggu bisa dapat empat sampai lima kali trip PP. Artinya dalam satu minggu setiap sopir bisa mengantongi uang Rp 1 juta.

Namun untuk kernet, sopir dari PO milik ayah Rian Mahendra tersebut menyebutkan ada pendapatan sendiri yang diterima oleh asisten sopir bus AKAP. Jadi pendapatan kernet tidak dibagi dari pendapatan supir, hanya saja biasanya nominalnya lebih kecil.

Bus AKAP baru PO MPM yang memakai bodi Legacy SR3 Panorama dari Karoseri Laksana dan sasis Hino R20 Air SuspensionDOK. PT HMSI Bus AKAP baru PO MPM yang memakai bodi Legacy SR3 Panorama dari Karoseri Laksana dan sasis Hino R20 Air Suspension


Melengkapi hal tersebut, salah seorang sopir bus dari PO Raya yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, jika menjadi sopir bus adalah profesi yang unik, alhasil penghasilan yang diterima juga berbeda dengan kebanyakan profesi lainnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com