Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/12/2022, 13:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengendarai sepeda motor di musim hujan masih ditemui orang yang mengandalkan jas hujan ponco. Padahal, model tersebut bisa sangat berbahaya bagi si pengendara.

Memang, jas hujan ponco kerap diandalkan karena mudah dipakai, tinggal memasukkan kepala saja. Selain itu, model jas hujan ini bisa dipakai sampai penumpang di belakang, jadi praktis.

Tapi sebaiknya, jas hujan ponco jangan lagi dugunakan ketika naik motor. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, model ponco sangat mudah diterpa angin dan bisa membahayakan.

Baca juga: Cara Mencegah Bau Apak pada Helm Saat Musim Hujan

Pengendara sepeda motor yang menggunakan jas hujan ponco menutupi lampu rem dan sen.Unoviana Kartika Pengendara sepeda motor yang menggunakan jas hujan ponco menutupi lampu rem dan sen.

"Sebenarnya jas hujan model ponco hanya di desain khusus pejalan kaki. Ujung terluar yang panjang bisa tersangkut rantai atau gir yang menyebabkan pengendara jatuh. Belum risiko tersangkut truk, dan kendaraan barang, bisa sangat fatal," ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Jas hujan ponco memang lebar, jadi ketika terkena angin, bisa bergerak dan tersangkut. Selain itu, model ponco ini juga bisa menutupi lampu depan dan belakang, jadi membuat orang lain bingung.

Baca juga: Prediksi Mobil Baru yang Meluncur di Tahun 2023, Banyak Kejutan


"Pengendara belakang jadi kaget dan bisa berujung tabrak belakang. Ketika pengendara akan berbelok atau menyeberang jalan juga bisa jadi dalang penyebab kecelakaan," kata Sony.

Selain berbahaya, jas hujan model ponco ini juga tidak efektif menjaga badan pengendara dari air. Masih lebih baik model dua pasang, potongannya pas dengan badan sehingga air tidak tembus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.