Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/12/2022, 10:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya soal performa dan sensasi berkendara, ajang media test drive Honda WR-V di Bali beberapa waktu lalu, redaksi manfaatkan juga untuk mengetahui rata-rata konsumsi bahan bakarnya.

Meski cukup singkat, namun sajian rute di Pulau Dewata bisa dibilang sesuai dengan habitat WR-V yang banyak dihiasi jalan menanjak dan berkelok ketika blusukan di kawasan Ubud dan Kintamani.

Harus diakui, mesin 1.500 cc yang serupa dengan BR-V memang cukup bertenaga, apalagi WR-V memiliki dimensi yang lebih pendek sehingga respon tenaga lebih terasa ketika pedal gas di tekan lebih dalam.

Lantas bagaimana dengan sisi bahan bakarnya ?

Baca juga: Honda Pastikan WR-V Buatan Karawang Diekspor Awal 2023

Honda WR-V RS with Honda Sensing media test drive BaliHPM Honda WR-V RS with Honda Sensing media test drive Bali

Sejak awal mulai berkendara WR-V RS with Honda Sensing, indikator jarak serta rata-rata bahan bakar pada MID langsung di-setel ulang atau reset ke posisi nol.

Dalam satu mobil, berisikan tiga penumpang. Untuk kondisi jalan cukup variatif, dari rute menanjak dam berkelok kawasan Ubud, sampai kemacetan ketika turun ke perkotaan yang tentunya dihiasi kondisi stop n go.

Sementara gaya berkendara, rata-rata cenderung agresif. Hal ini bukan tanpa sebab, karena memang untuk memenuhi rasa penasaran terhadap sensasi performa dapur pacu WR-V yang diklaim terbesar di kelasnya.

Baca juga: Impresi Fun to Drive Honda WR-V Blusukan di Pulau Dewata

Hasilnya, selama dua hari membawa WR-V dengan jarak tempuh mencapai 237,9 kilometer (km), rata-rata konsumsi bahan bakar berdasarkan MID untuk WR-V RS with Honda Sensing yang redaksi dapatkan bersama dua rekan media lain sebesar 13,7 kpl.

Honda WR-V RS with Honda Sensing media test drive BaliKOMPAS.com/STANLY RAVEL Honda WR-V RS with Honda Sensing media test drive Bali

Artinya 1 liter besin bisa mengantarkan rival dari Toyota Raize ini sejauh 13,7 km. Tentunya hasil tersebut tak bisa dijadikan patokan, karena dalam suatu kesempatan ketika berkendaran konstan beriringan redaksi sempat mendapatkan angka hingga 15,6 kpl.

Perlu dipahami ada banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar, namun dengan hasil tersebut, bagi redaksi sendiri sebenarnya cukup baik.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.