Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/12/2022, 10:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Tren custom atau modifikasi sepeda motor terus menggeliat meski terhambat pada masa pandemi Covid-19 selama dua tahun kebelakang. Perkembangan custom terus menyala ditengah himpitan situasi.

Tahun 2022 beberapa kontes modifikasi sudah kembali digelar yang membuat skena custom mulai kembali ramai. Acara gathering pecinta motor modifikasi juga sering digelar seiring melonggarnya aturan tatap muka.

Baca juga: Alex Marquez Ungkap Kakaknya Kesal dengan Kondisi di Honda

 Falcon, Harley-Davidson Knucklehead garapan Queenlekha siap berkompetisi di Yokohama.STANLY RAVEL Falcon, Harley-Davidson Knucklehead garapan Queenlekha siap berkompetisi di Yokohama.

Lulut Wahyudi, builer dari Retro Classic Cycle, Yogyakarta, mengatakan, tren custom di Indonesia sudah lebih matang. Artinya Indonesia sudah bisa menghasilkan gaya atau style sendiri yang tidak terpaku dari luar negeri.

"Tren yang sudah lahir itu kita punya style, Indoneisa sudah punya sendiri jadi tidak terpaku sama luar. Di bali akhirnya lahir gender chopper era 60'an yang berkembang terinspirasi di luar, tapi nilai lokal konten dikuatin terus," kata Lulut kepada Kompas.com, Senin (26/12/2022).

Penggagas ajang custom terbesar di Indonesia, Kustomfest tersebut mengatakan, hal itu terjadi sebab unit atau motor yang dipakai buat bahan custom ini berbeda dengan chopper-chopper yang dibuat pada 60'an.

Baca juga: Aturan Pasang Bumper Besi di Mobil Pribadi, Ketahui Ketentuannya

Motor custom Royal Enfield Interceptor 650 bergaya scrambler garapan Smoked GarageDok. Smoked Garage Motor custom Royal Enfield Interceptor 650 bergaya scrambler garapan Smoked Garage

"Teman (builder) dari luar, mereka melihat kultur ini datang dari 60'an, tapi dari luar tidak ada motor kecil seperti itu, karena kebanyakan yang dipakai motor besar H-D, Triumph dan lain-lain. Di sini mesinnya Honda, Binter (KZ200) dan lainnya. Mereka melihat ini pernah ada tapi tidak seperti ini," ucap Lulut.

Lulut mengatakan, saat ini konteks kreasi motor custom juga sudah mulai bergesar. Penggemar custom mulai memikirkan ke arah fungsi jadi tidak hanya mengedepankan tampilan alias show bike.

"Kalau yang terjadi ini orang membangun tidak kepikiran motor itu harus mewah tapi berpikir motor harus fungsional. Sebab banyak acara gathering saat ini yang sifatnya kumpul di pinggir kota atau bahkan luar kota," ucap Lulut.

Baca juga: Dukung Kelancaran Libur Nataru, Pemerintah Hadirkan Mobil Toilet

Enggal ModifiedFoto: Istimewa Enggal Modified

Enggal Purnama, dari Enggal Modified, Banyuwangi, mengatakan, gairah motor custom di Indonesia masih besar dan pasarnya makin luas. Saat ini kata Enggal tak sedikit kosnumen yang berumur jadi main motor custom.

"Tahun ini makin banyak customer dengan usia 50 ke atas main motor-motor custom mulai Jap Style, british, scrambler bahkan sampai chopper dipakai untuk keperluan sehari-hari dan banyak juga untuk display di tempat usahanya,mulai dari coffe shop sampai hotel," kata dia.

"Saat ini banyak customer lebih minat bermain di motor-motor unik yang benar-benar tampil beda, mulai mesin motor dan tampilan, dan sekarang merambah di electric bike custom," ucap The Greatest Bike Suryanation Motorland 2019 itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.