Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/11/2022, 15:20 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mulai kembalikan mobil listrik yang digunakan selama perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali kepada perusahaan otomotif di dalam negeri.

Sebab, kendaraan ramah lingkungan tersebut hanya dipinjamkan oleh pabrikan guna mendukung mobilisasi para tamu negara hingga 16 November 2022 lalu. Demikian dikatakan Sekertaris Kemensetneg Setia Utama dikutip dari Youtube Sekertariat Presiden.

"Karena kami istilah pinjam pakai, jadi kami akan kembalikan kepada mereka (pabrikan terkait). Mungkin nantinya mereka akan menjual atau dilelang, ya terserah mereka tapi yang jelas sudah dipinjamkan ke kami," katanya, Jumat (18/11/2022).

Baca juga: Toyota Segera Jual Mobil Listrik bZ4X Bekas KTT G20

?Inpres ini muncul sebenarnya untuk membuktikan kepada negara G20 bahwa Indonesia mengusung transisi energi dan Indonesia berkomitmen dalam transisi energi itu, ujar ekonom Bhima Yudhistira.ANTARA FOTO via BBC INDONESIA ?Inpres ini muncul sebenarnya untuk membuktikan kepada negara G20 bahwa Indonesia mengusung transisi energi dan Indonesia berkomitmen dalam transisi energi itu, ujar ekonom Bhima Yudhistira.

Diketahui pada KTT G20 Bali ada sejumlah model mobil listrik seperti Wuling Air ev, Genesis G80, Hyundai Ioniq 5, dan Toyota bZ4X yang digunakan untuk para tamu deligasi negara.

Selain itu ada juga motor listrik yang digunakan anggota kepolisian sebagai kendaraan pengamanan dan patroli, seperti Zero DSR, Energica EsseEsse9+, hingga Gesits G1.

Setia mengatakan bahwa ada 844 unit mobil listrik yang digunakan untuk mengangkut tamu VVIP, delegasi dan panitia. Sementara untuk kendaraan polisi pengawalan dan pengamanan, ada sekitar 1.500 unit kendaraan listrik.

Baca juga: 10 Mobil Terlaris Oktober 2022, Brio Memimpin Stargazer Melambat 

Penggunaan kendaraan listrik ini sejalan dengan tema KTT G20 Bali dan misi pemerintah yang ingin beralih dari mesin konvensional ke kendaraan listrik. Oleh karena itu, digunakanlah jenis kendaraan terkait selama acara tersebut. 

"Selebihnya masih kendaraan fosil, seperti mobil combustion engine. Untuk pemilihan mobil listrik ini diutamakan bagi merek yang sudah memiliki pabrik di Indonesia," ujar Setia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.