Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biar Tak Salah Pilih, Kenali 6 Tipe Helm Motor

Kompas.com - 06/11/2022, 16:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Helm berfungsi sebagai pelindung kepala dari benturan. Helm tidak menjamin keamanan kepala jika terjadi kecelakaan, namun helm dapat menekan risiko fatal yang mungkin terjadi.

Secara bentuk helm terbagi dalam lima jenis. Tiap jenis memiliki tujuan yang spesifik. Karena itu memilih helm layaknya memilih pakaian tepat untuk sebuah acara sebab salah kostum pastinya bikin tidak nyaman.

Baca juga: Polisi Mulai Uji Coba Tilang Elektronik Pakai Drone

Seorang Polwan dari Polres Gorontalo Kota membagikan helm kepada pengendara motor pada Operasi Zebra Otanaha.KOMPAS.COM/POLRES GORONATLO KOTA Seorang Polwan dari Polres Gorontalo Kota membagikan helm kepada pengendara motor pada Operasi Zebra Otanaha.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, helm kerap disepelekan saat berkendara adalah karena kurangnya pendidikan soal keselamatan pada orang-orang di Indonesia.

“Selain itu, pemahaman akan risiko yang fatal jika mengendarai motor tanpa helm juga masih kurang. Padahal, banyak potensi bahaya di jalan raya yang sewaktu-waktu bisa terjadi pada pengendara,” ucap Agus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Bisa dibilang, kalau mau selamat di jalan, hukumnya wajib mengenakan helm. Jika tidak, pengendara yang mengalami kecelakaan bisa mengalami cedera serius di kepala bahkan sampai fatal.

Baca juga: Balapan Malam Hari Jam 20.00 WIB, Ini Jadwal MotoGP Valencia 2022

Helm dan peruntukannya

Helm half face Foto: Istimewa Helm half face

1. Helm cetok

Helm ini tidak dianjurkan untuk digunakan saat memakai sepeda motor, karena helm ini tidak mampu melindungi bagian kepala secara optimal dan biasanya helm jenis cetok tidak memiliki pelindung visor atau kaca depan.

Konstruksi helm half face yang sesuai SNI.Badan Standardisasi Nasional Konstruksi helm half face yang sesuai SNI.

2. Helm half face

Helm half face memiliki proteksi yang baik pada bagian kepala, mudah digunakan dan dilepas, cocok untuk semua jenis motor dan sering kali menjadi helm standar yang diberikan pabrikan sepeda motor saat membeli motor baru.

Untuk keamanan helm half face Ini masih belum sempurna, karena bagian wajah tidak terlindungi secara maksimal terutama bagian rahang.

Baca juga: Modifikasi Gila, BMW M4 Baru Diubah Jadi Pikap

RSV Helmet Indonesia meluncurkan helm baru New Windtail, di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022. Foto: RSV RSV Helmet Indonesia meluncurkan helm baru New Windtail, di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022.

3. Helm open face

Helm ini dinilai sangat modis. Penggunaannya disukai banyak pengendara motor klasik. Yang unik dari helm ini adalah adanya banyak motif dan pilihan aksesoris yang bisa dipilih.

Dari bentuknya, hampir sama (mendekati) dengan helm model half face. Bedanya dengan half face helm model open face tidak memiliki visor

Desain spesial helm Alex Rins dengan motif batik untuk balapan pada MotoGP MandalikaDok. @alexrins Desain spesial helm Alex Rins dengan motif batik untuk balapan pada MotoGP Mandalika

4. Helm full face

Helm ini dianjurkan untuk digunakan pada motor sport, helm ini mampu menutup semua bagian kepala dan bisa disebut sebagai helm paling aman dalam menjaga kepala hingga dagu pengendara.

Untuk penggunaan jarak jauh dan dalam kecepatan tinggi, akan lebih aman memakai helm ini dibanding jenis helm lain.

Baca juga: Ganjil Genap Bali untuk KTT G20, Pelanggar Tidak Kena Sanksi Tilang

Contoh helm modularKOMPAS.com/Gilang Contoh helm modular

5. Helm modular/flip up

Helm ini mampu menjaga dengan optimal keselamatan pengendara motor pada bagian kepala. Untuk tingkat keselamatannya hampir sama dengan helm full face.

Dari bentuknya, bisa dikatakan perpaduan antara helm half face dengan full face. Pada bagian rahang dan visornya bisa diangkat ke atas sehingga wajah pengendara bisa terlihat kelebihan helm modular bisa digunakan sebagai helm full face atau helm half face.

Helm trail THX.Ghulam/KompasOtomotif Helm trail THX.

6. Helm off road

Helm ini digunakan untuk berpetualangan dengan motor trail dan tidak dianjurkan untuk ngebut dijalan raya karena bentuknya yang tidak aerodinamis.

Pada kecepatan tinggi dan angin kencang helm ini cukup membahayakan pengendaranya, karena angin akan terasa menekan kepala dari depan hingga bisa saja jatuh terpental ke belakang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.