Pemerintah Tinjau Ulang Soal Aturan Suara Buatan di Motor Listrik

Kompas.com - 03/10/2022, 15:21 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Suara minim motor listrik bisa dilihat sebagai keunggulan dan juga kelemahan dibandingkan motor konvensional. Kelemahannya iaah memperbesar risiko kecelakaan lalu-lintas di jalan raya.

Motor yang tidak terdengar dapat ketika melaju dapat membahayakan pengendara lain baik mobil atau sepeda motor, terutama buat pesepeda dan pejalan kaki karena tidak tahu ada motor di dekatnya.

Baca juga: Harga Skutik Entry Level Oktober 2022, Ada New Vario 125

Suara kendaraan listrik diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pengujian Tipe Fisik Kendaraan Bermotor Dengan Tenaga Penggerak Menggunakan Motor Listrik.

Viar resmi meluncurkan motor listrik baru Viar N1 dan N2. Foto: Viar Viar resmi meluncurkan motor listrik baru Viar N1 dan N2.

Pada Pasal 32 ayat 6 aturan tersebut, dijelaskan bahwa frekuensi tertinggi pada kendaraan listrik adalah 75 desibel. Namun itu baru berlaku untuk mobil listrik.

Aturan yang diundangkan pada 16 Juni 2020 tersebut tidak menyebut rinci soal suara motor listrik. Kemudian apakah perlu memakai suara buatan agar terdengar seperti motor bensin.

Direktur Sarana Transportasi Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Danto Restyawan mengatakan, penggunaan suara pada motor listrik memang belum diatur dalam undang-undang.

Meski demikian Danto mengatakan, pihaknya nanti akan meninjau kembali aturan tersebut dibutuhkan atau tidak demi keselamatan.

Baca juga: Biaya Resmi Bikin SIM BI dan BII per Oktober 2022

United T1800 KOMPAS.com/Gilang United T1800

“Saya akan meninjau kembali aturannya karena memang ini untuk keselamatan. Untuk saat ini motor-motor listrik yang ada tidak ada suara dan itu lebih kepada pilihan pribadi,” ujar Danto usai mengisi seminar di Internasional Electric Motor Show (IEMS) 2022, pekan lalu.

“Sepengetahuan kami hingga saat ini, kendaraan listrik itu memang tidak ada suaranya. Memang harusnya pakai suara ya, demi keselamatan. Nanti kami akan tinjau ulang aturannya,” kata Danto.

Saat ini belum ada kasus kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan listrik. Namun jika tren percepatan kendaraan listrik berhasil dan makin banyak mobil serta motor listrik di jalan dan mulai meresahkan, aturan seperti ini dibutuhkan.

Baca juga: Biaya Resmi Bikin SIM BI dan BII per Oktober 2022

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.