Dunia Kustom Konversi Motor Listrik Butuh Legalisasi

Kompas.com - 03/10/2022, 07:02 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Peminat konversi motor listrik mulai meningkat sejalan dengan rencana pemerintah yang tengah berusaha untuk mempercepat tren elektrifikasi di Indonesia.

Dari dunia modifikasi, para pegiat kustom motor banyak juga yang sudah menyasar ke ubahan konversi motor listrik.

Seperti yang dilakukan Kustomfest 2022, dengan membangun sebuah motor kustom listrik bergaya chopper.

Baca juga: Harga Pertamina dan Shell Turun, Berikut Daftar Harga BBM

Motor listrik hasil konversi garapan Elders Garage di ajang Kustomfest 2022KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Motor listrik hasil konversi garapan Elders Garage di ajang Kustomfest 2022

Director Kustomfest Lulut Wahyudi mengatakan, ikon Kustomfest tahun ini menjadi hadiah lucky draw bagi pengunjung yang beruntung.

Menurutnya, kehadiran Chopper Electric Bike sekaligus menjadi pemicu buat para pemodifikasi lainnya.

Lulut menambahkan, saat ini sudah banyak bengkel modifikasi yang bisa menggarap konversi motor listrik.

Baca juga: Motor Mini dari Tabung LPG, Mejeng di Kustomfest 2022

“Ini harus kami sampaikan bahwa kami, masyarakat kustom atau pelaku kustom bukan tidak menguasai teknologi, kami melek teknologi,” ujar Lulut di JEC, Yogyakarta (1/10/2022).

“Sehinga harapan kami jika nanti sudah dijalankan, konversi ke kendaraan listrik itu bisa dikerjakan oleh pelaku-pelaku di dunia kustom,” kata dia.

Lulut juga mengatakan, apabila konversi motor listrik banyak dikerjakan anak-anak muda atau bengkel modifikasi lokal. Maka akan terjadi penguasaan teknologi yang dikuasai masyarakat kita.

Baca juga: Digelar Besok, Ini 14 Sasaran dan Denda Tilang Selama Operasi Zebra 2022

Konversi Vespa Listrik Elders Garage di PEVS 2022Janlika Putri/ Kompas.com Konversi Vespa Listrik Elders Garage di PEVS 2022

“Yang jadi masalah bilamana ini kemudian dimonopoli oleh satu perusahaan yang katanya dapat aksesibilitas dari pemerintah. Ini jadi tidak asik lagi. Ini akan jadi sebuah big market yang dikuasai oleh satu brand atau satu kelompok,” ucap Lulut.

“Harapan kami pemerintah melihat ini sebagai suatu potensi. Kalau mereka bikin motor saja bisa, apalagi konversi mengganti mesin konvensional jadi listrik. Saya yakin bisa sekali, dan potensi itu harus kita yang menguasai dan menjalankan,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.