Honda Tak Gentar Hadapi Serbuan Motor Listrik China

Kompas.com - 30/09/2022, 10:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor listrik dipercaya menjadi tren ke depan. Saat ini menjamur merek baru di pasar yang menawarkan motor listrik mayoritas ialah alih merek asal China.

Honda yang mulai terbuka ingin fokus terjun di segmen motor nol emisi, melihat banyak merek China yang ada di pasar saat ini sebagai hal yang bagus karena dapat membuka pasar yang ada.

Baca juga: Dukung Elektrifikasi Kendaraan, PLN Paparkan Konsep V2G

Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran Astra Honda Motor (AHM), pemegang merek motor Honda di Indonesia mengatakan secara implisit, serbuan yang ada juga mesti diimbangi dengan peningkatan infrastruktur.

Skuter listrik Honda U-Go meluncur di ChinaDok. Honda Skuter listrik Honda U-Go meluncur di China

"Kembali motor listrik itu kalau marketnya berkembang artinya ada pilihan buat konsumen secara desain," kata Thomas yang ditemui saat peluncuran New Vario 125 di Cikarang, Jawa Barat, awal pekan ini.

"Kedua kita hanya bicara soal desain tapi motor listrik juga butuh juga secara teknologi dan baterai serta infrastruktur, karena itu kami melihat pengembangannya harus total, komperhensif, terintegrasi supaya konsumen tetap bisa aman," kata dia.

Saat ini AHM sudah punya motor listrik yaitu PCX Electric sejak 2019 tapi belum dijual retail kepada umum. Namun, belum lama ini Honda Motor Corporation mengungkap akan menambah beberapa portofolio motor listrik.

Baca juga: Wujud BPKB Elektronik Bakal Mirip Paspor

Logo Honda MotorFoto: Wallpapper Access Logo Honda Motor

Adapun di Indonesia, untuk mendukung rencana tersebut, AHM akan mengumumkan strategi dan roadmap bisnis motor listrik pada tahun ini yang mana salah satunya ditengarai ialah motor listrik baru.

Ada kesan Honda selama ini menahan benar-benar terjun ke motor listrik karena melihat peta pasar domestik. Berkali-kali sebelumnya Honda menyebut ingin melakukan studi yang tepat.

"Kita tidak melihat itu, tapi Honda kalau mau mengeluarkan suatu produk mau bensin atau EV (listrik) mesti orientasi fokus ke konsumen, dalam arti konsumen puas, aman dan nyaman," kata Thomas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.