Cegah Kecelakaan Fatal, Truk Harus Punya Perisai Belakang dan Samping

Kompas.com - 26/09/2022, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan besar kembali terjadi. Kali ini melibatkan minibus Elf dan truk di Tol Bawen-Ungaran Km 483.5, Sabtu (24/9/2022).

Dilansir dari Korlantas Polri, Dirlantas Polda Metro Jawa Tengah Agus Suryonugroho mengatakan, kecelakaan diduga karena sopir Elf kurang hati-hati hingga menabrak bagian belakang truk dan menewaskan lima orang.

“Untuk sementara hasil olah TKP dan gelar awal itu mengarah ke sopir Elf karena kurang hati-hati, kecepatan tinggi dan tidak jaga jarak,” ucap Agus, Minggu (25/9/2022).

Baca juga: Daftar Harga Honda Vario 150 Bekas, Mulai Rp 11,5 Jutaan

Meski begitu Agus juga mengatakan pihaknya akan menyelidiki kemungkinan kasus pelanggaran lain dari kecelakaan tersebut, yakni truk over dimension overloading (ODOL).

Terlepas dari siapa yang salah, kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti truk memang kerap kali menimbulkan fatalitas.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, sudah saatnya pemilik atau pengusaha truk memahami risiko kecelakaan.

Maka dari itu sebaiknya setiap truk dipasangi perisai atau RUP (bumper belakang) sesuai dengan Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor. PM ini dibuat dengan tujuan untuk menurunkan tingkat fatalitas korban yang menabrak.

Perisai belakang trukdoc Djoko Setijowarno Perisai belakang truk

“Pasalnya, truk adalah kendaraan yang berjalan lebih lambat dari kendaraan lainnya dan sering jadi sasaran empuk kendaraan yang lebih cepat dan pengemudinya lengah atau mengantuk. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan memasang bumper belakang pada semua truk tanpa kecuali,” ucap Djoko, Minggu (25/9/2022).

Lebih rinci dalam PM tersebut, Pasal 3 (2), menyebutkan selain perlengkapan keselamatan, seperti sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih yang tidak memiliki rumah-rumah; kendaraan bermotor selain sepeda motor harus dilengkapi (a) perisai kolong belakang, dan (b) perisai kolong samping.

Perisai kolong belakang harus dipasang pada kendaraan bermotor jenis mobil barang dengan JBB mulai 5.000 kilogram, kereta gandengan, dan kereta tempelan. Pemasangan perisai kolong belakang dilakukan oleh pembuat, perakit, pengimpor, dan/atau perusahaan karoseri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.