Kompas.com - 23/09/2022, 18:42 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.comMobil listrik menjadi sebuah keniscayaan tak terkecuali pada sektor niaga. Armada taksi listrik telah memberikan berbagai keuntungan, dari jarak tempuh harian yang lebih jauh, hingga biaya yang lebih rendah ketimbang mobil konvensional.

Blue Bird misalnya, dari sekian banyak mobil yang dimiliki, saat ini ada lebih dari 60 unit armada taksi listrik. Jumlah ini disebut akan terus mengalami penambahan sampai akhir tahun.

Meski begitu, penggunaan kendaraan listrik tidak sepenuhnya berjalan mulus. Masih ada beberapa tantangan dalam implementasi taksi listrik, terutama bagi Blue Bird yang sudah mengoperasikan sejak 2019.

Baca juga: Xpander Tabrak Angkot, Pakar Sebut Ada Potensi Salah Injak Pedal

Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Silverbird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Silverbird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.

“Kami dari Blue Bird masih punya masalah, salah satunya harga mobil listrik yang masih sangat mahal,” ujar Suratmanto, Technical Service Manager PT Blue Bird, dalam webinar Accelerating Battery-Electric Vehicles: Indonesia National Workshop (22/9/2022).

Tidak hanya itu, setelah membeli dan dipakai sebagai armada taksi listrik, harga jual mobil bekasnya diprediksi anjlok.

“Harga jual mobil listrik kami asumsikan nol. Karena dengan usia mobil yang tinggi, dan kita tahu baterai, kalau dari produsen memberikan garansi sampai 500.000 hingga 800.000 Km. Itu artinya kalau buat taksi, usianya pendek,” ucap Suratmanto.

Baca juga: Salah Kaprah, Perawatan Mobil Matik Tidak Perlu Kuras Oli Transmisi

“Sehingga kalau mobil sudah mencapai usia 4-5 tahun, baterai itu sampai pada posisi usianya tidak maksimal. Pasti nilai jual mobil menjadi sangat rendah,” kata dia.

Suratmanto juga mengatakan, walaupun mobil listrik memiliki komponen yang sederhana, namun amat berbeda dengan mobil konvensional.

“Mobil listrik ini butuh keahlian yang berbeda, dibandingkan service maintenance reguler. Sehingga butuh SDM yang lebih baik,” kata Suratmanto.

“Kemudian regulasi dan insentif dari pemerintah yang belum optimal. Kemudian belum ada juga subsidi biaya listrik bagi taksi yang menggunakan mobil listrik. Kita belum bisa merasakan, nanti semoga bisa sambil berjalan,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.