Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/08/2022, 12:02 WIB

KERALA, KOMPAS.com - Departemen Kendaraan Bermotor (MVD) Negara Bagian Kerala di India, memutuskan melarang penggunaan kamera atau action cam yang dipasang di helm pengendara motor.

Peraturan itu menyebut bahwa pengendara yang tertangkap menggunakan action cam di helm akan didenda sekitar 1.000 rupee atau setara Rp 185.228 dan penangguhan SIM selama 3 bulan.

Larangan penggunaan action cam di helm sudah diusulkan sejak tahun lalu. Badan keselamatan menyebut bahwa penggunaan action cam dapat mengalihkan perhatian dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca juga: Cegah Kecelakaan, PPNS Kemehub Diminta Melek Teknologi Penegakan Hukum

Departemen Kendaraan Bermotor (MVD) Kerala di India, memutuskan untuk melarang penggunaan kamera atau action cam yang dipasang di helm pengendara motor.Foto: Bikesrepublic Departemen Kendaraan Bermotor (MVD) Kerala di India, memutuskan untuk melarang penggunaan kamera atau action cam yang dipasang di helm pengendara motor.

Mengutip Bikesrepublic, dalam laporan terbaru, larangan itu merupakan upaya MVD Kerala untuk menindak pengendara yang merekam aksi berbahaya dan membagikannya di media sosial atau freestyle tak tahu tempat.

Ramainya konten berkendara yang ada di media sosial dapat menyebabkan orang lain meniru aksi yang sama. Tanpa pengetahuan dan kemampuan yang cukup hal itu bisa sangat berbahaya.

Meski demikian, pengendara masih diperbolehkan memasang action cam di tempat lain seperti di setang atau jaket. Sebab beberapa pengendara masih memerlukan rekaman video sebagai bukti jika terjadi kecelakaan.

Di Indonesia, aksi freestyle yang diunggah di media sosial juga cukup banyak dan meresahkan. Tak jarang ada aksi yang gagal yang terekam dan pengendara tidak memakai perlengkapan yang memadai.

Baca juga: Transaksi Kredit Kendaraan di GIIAS 2022 Tembus Rp 1,5 Triliun

Freestyle motor di jalan rayaFoto: Tangkapan layar Freestyle motor di jalan raya

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, gagal atau berhasil, freestyle sembarangan di jalan raya dilarang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

"Inilah kadang-kadang yang kurang dimengerti dan dipahami oleh anak-anak remaja sekadar mengikuti tren kekinian tanpa memperhitungkan risiko yang akan terjadi," kata Budiyanto dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Budiyanto mengatakan, freestyle dilarang karena bertentangan dengan Undang-Undang lalu-lintas dan angkutan Jalan No 22 tahun 2009 tentang LLAJ, soal tata cara berlalu lintas yang benar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.