Kompas.com - 20/08/2022, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan transportasi di Jawa Timur semakin beragam dengan hadirnya Trans Jatim yang merupakan Program Unggulan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Unit yang digunakan juga canggih karena dilengkapi dengan perangkat Internet of Things TKDN Advance Mobility atau TAM Fleet yang dapat meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

Peluncuran Koridor 1 Trans Jatim rute Sidoarjo-Surabaya-Gresik diselenggarakan hari ini di Di Terminal Tipe C Porong-Sidoarjo, yang dihadiri oleh Presiden Direktur TKDN David Santoso dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: Ragam Bus Medium di GIIAS, Mewah Sampai Jadi Studio Berjalan

Peluncuran Trans JatimKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Peluncuran Trans Jatim

Khofifah mengatakan, Koridor 1 disediakan 22 unit bus Trans Jatim ukuran sedang, dan akan terus kami tambah untuk memaksimalkan pelayanan transportasi publik. Trans Jatim beroperasi setiap hari Senin-Minggu mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

"PT TKDN bekerjasama dengan Trans Jatim untuk menyediakan alat-alat Internet of Things TKDN Advance Mobility (TAM) Fleet, yang berfungsi sebagai sensor dan pengawasan pengemudi. Pekangkat IoT ini terbukti meningkatkan keselamatan armada", ujar David Santoso.

PT. TKDN bersama dengan Trans Jatim melakukan kerja sama untuk penyediaan perangkat telematika berbasis IoT (TAM Fleet) di armada Trans Jatim yang juga dilengkapi teknologi AI. Beberapa alat IoT diantaranya MDVR, CCTV, Driver Safety Monitoring (DSM), Advanced Driver Assistance System (ADAS), Indicator R-Watch, Touch Panel dan Reverse Camera.

Baca juga: Resmi, Pol Espargaro Kembali ke KTM Musim Depan


Perangkat IoT seperti Driver Safety Monitoring (DSM) dapat memberikan Driver Behavior Analysis untuk memantau perilaku pengemudi agar tidak melakukan pelanggaran selama armada beroperasi.

Sedangkan perangkat seperti Advance Driver Assitance System (ADAS) dan Indicator R-Watch dapat memberikan peringatan awal jika armada kendaraan terdeteksi menyimpang dari jalur, melewati batas kecepatan ataupun jika terjadi potensi tabrakan depan.

“Sesuai komitmen, kami akan terus fokus dan mendukung dunia transportasi, khususnya di transportasi darat, menjadi lebih baik kedepannya melalui teknologi IoT canggih yang terintegrasi demi mendukung smart city,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.