Kompas.com - 18/08/2022, 16:01 WIB
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku sampai tahun ini belum memberikan target untuk penjualan mobil listrik di dalam negeri.

Hal tersebut, sepenuhnya diserahkan ke produsen atau agen pemegang merek (APM) di Indonesa masing-masing untuk menyosialisasikan dan memasarkan kendaraan ramah lingkungan terbaiknya.

Padahal, pemerintah telah menargetkan penjualan mobil berteknolgi tekait yaitu mencapai 400.000 unit hingga 2025 atau tiga tahun mendatang, sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020.

Baca juga: Daihatsu Pamer Rocky Hybrid di GIIAS 2022, Bagaimana dengan Raize?

Mobil Listrik Wuling Air evKOMPAS.com / Aditya Maulana Mobil Listrik Wuling Air ev

"Target sih kita belum ditentukan, biarkan saja dulu. Kita serahkan kepada mereka (APM), mau launching yang mana, mau buka harga berapa terserah dari mereka. Kuncinya pada APM," kata Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat ditemui di ICE BSD City, Kamis (18/8/2022).

"Saya tidak bisa bilang pasti tercapai atau tidak, tapi kita dorong ke arah sana sebagai Gaikindo. Sekarang sudah terbukti kan di setiap stand GIIAS 2022 ada kendaraan listriknya," lanjut dia.

Seiring dengan hal terkait, ia percaya bahwa daya beli masyarakat terhadap mobil listrik akan tumbuh sendirinya alias alami.

Apalagi belakangan ini isu kenaikan dan mahalnya bahan bakar minyak (BBM) sangat kuat, yang pada akhirnya dapat mendorong peralihan ke elektrifikasi.

"Kita menuju ke sana kan, lihat saja angka penjualan dari tahun ke tahun naik. Jadi kalau kita bicara elektrifikasi itu kan tidak hanya battery electric vehicle (BEV) tapi juga hybrid, plug in hybrid," ucapnya.

Baca juga: Ekspor Honda Brio Sudah Tembus 22.260 Unit

Ilustrasi mobil listrik ToyotaCARSCOOPS.com Ilustrasi mobil listrik Toyota

Sebelumnya, Analis Kebijakan Madya Badan Kebijakan Fiskal dari Kementerian Keuangan Miftahudin memastikan bahwa pihaknya tengah mendorong target atas penjualan kendaraan listrik di dalam negeri sesuai Permenperin 27/2020.

Beleid itu merupakan dukungan Kemenperin terhadap pengembangan KBL-BB, juga sebagai aturan turunan atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan KBL-BB untuk transportasi jalan.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.