Lingkungan Pemerintah Perlu Beri Contoh Pemakaian Kendaraan Listrik

Kompas.com - 04/08/2022, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comPemerintah RI dikabarkan tengah menyiapkan regulasi berupa instruksi presiden (inpres) terkait penggunaan kendaraan listrik di lingkungan instansi pemerintahan.

Inpres tersebut digadang-gadang akan mempercepat target program percepatan atas penggunaan kendaraan listrik, baik roda dua maupun empat atau lebih sebagai transportasi jalan.

Danto Restyawan, Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub, mengatakan, target kendaraan listrik di lingkungan pemerintah pada tahun ini mencapai 105.866 unit, mencakup roda dua maupun roda empat.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Naik, Pertamina Dex Sentuh Rp 18.900

Kementerian ESDM berhasil konversi 100 unit motor bertenaga BBM menjadi motor listrik.Dok Kementerian ESDM Kementerian ESDM berhasil konversi 100 unit motor bertenaga BBM menjadi motor listrik.

"Ini kita memberikan pemacu kepada masyarakat supaya memakai kendaraan (listrik), tapi dimulai dari kementerian pusat, daerah, TNI/Polri, kabupaten, kota harus memberikan contoh dulu. Contoh ini akan dilihat masyarakat," ujar Danto, dalam webinar yang disiarkan Youtube InfoKPBB, Rabu (3/8/2022).

Namun, menurutnya sampai Agustus 2022, jumlah kendaraan listrik di lingkungan Pemerintah masih jauh dari targetnya.

"Jumlah kendaraan listrik sampai 1 Agustus hanya 22.849 unit. Padahal diharapkan akhir 2022 itu 100.000 lebih. Masih jauh," ucap Danto.

Baca juga: Banyak Motor Listrik di GIIAS 2022, Ini Komentar Gaikindo

Jumlah Itu terdiri dari 19.876 sepeda motor, 2.654 unit mobil penumpang, 270 unit roda tiga, 43 unit bus dan 6 unit mobil barang.

Menurutnya, Kementerian Perhubungan telah menggunakan 30 unit kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional pejabat Eselon 1 dan Eselon 2. Adapun, kebijakan ini sesuai dengan instruksi presiden.

"Jadi kalau ini sudah ditandatangani artinya diharapkan milestone ini tercapai," kata Danto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.