Gaikindo Ingin Industri Kendaraan Komersial Gencarkan Lokalisasi dan Ekspor

Kompas.com - 02/08/2022, 10:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai maraknya kendaraan komersial seperti truk dan kabin ganda secara utuh selayaknya dapat dikikis jika para prinsipal mengizinkan ATPM-nya melokalisasi.

Karenanya, pihak asosisasi meminta agar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggunakan kesempatan lawatan ke Jepang untuk melobi para prinsipal Jepang terkait.

“Agar memberi kesempatan kepada para agen pemegang merek (APM) otomotif di Indonesia untuk melakukan ekspor,” ujar Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi pada keterangannya belum lama ini.

Baca juga: Desain Bus Medium Banyak Mirip dengan Big Bus

Mitsubishi Fuso eCanter diuji coba konsumen di Bali pada Agustus 2022DOK. KTB Mitsubishi Fuso eCanter diuji coba konsumen di Bali pada Agustus 2022

Pasalnya, berdasarkan data Gaikindo, dari total impor kendaraan utuh, sebanyak 29.968 unit sepanjang semester I/2022, segmen komersial terutama kabin ganda cukup mendominasi.

Dari jumlah tersebut, dari kategori mobil niaga adalah Hilux 6.874 unit, Triton 7.111 unit, Isuzu NPS 75 unit, UD Truk 378 unit, Hino 135 unit, dan Mercedes-Benz (Daimler) 1.501 unit.

“Kami bekerjasama erat dengan Kementerian Perindustrian. Kami duduk bersama meminta untuk melobi prinsipal dari Jepang, China, atau Eropa agar membuat mereka mau melakukan ekspor dari Indonesia,” kata Nangoi.

Dia menjelaskan bahwa hal tersebut penting untuk menggenjot ekspor kendaraan dari Indonesia. Dengan begitu, industri otomotif ikut berkontribusi terhadap pendapatan negara.

Di sisi lain, peluang Indonesia mendapatkan keistimewaan itu cukup besar. Pasalnya, Indonesia juga berdekatan dengan pasar besar seperti Australia yang setiap tahun membutuhkan sekitar 1,2 juta unit mobil.

Sebaliknya, Australia telah kehilangan produksi lokal otomotif. Lebih jauh, pasar terbesar kendaraan roda empat di sana, adalah truk. Sementara itu, pengapalan dari Indonesia sangat kecil.

Baca juga: Debut di GIIAS 2022, ALVA Bakal Meriahkan Skuter Bongsor Elektrik

Pabrik bus listrik MAB di Demak, Jawa Tengah. Pabrik bus listrik MAB di Demak, Jawa Tengah.

“Padahal APM yang memproduksi truk cukup banyak, tetapi kantor pusat mereka belum memberikan izin eksor dari Tanah Air,” kata Nangoi.

Dengan bantuan pemerintah, Gaikindo berharap prinsipal bisa luluh dan memberi kesempatan APM untuk melakukan ekspor.

Sebab dari sisi kapasitas, kemampuan produksi nasional sangat besar yakni 2,5 juta unit per tahun. Adapun, utilisasi produksi saat iini hanya 1,3 juta unit.

“Separuhnya yang dipakai. Jadi, kalau mau naik 1 juta pun masih sanggup kita produksi, asalkan semua komponennya lengkap,” katanya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.