MAB Bawa Prototipe Metropod, Jadi Feeder Antar Jemput ke Terminal

Kompas.com - 23/07/2022, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mobil Anak Bangsa (MAB) turut membawa prototipe kendaraan feeder yang ditenagai baterai dan motor listrik. Kendaraan tersebut diberi nama Metropod.

Metropod ini ditujukan sebagai first/last mile electric vehicle, artinya sebagai kendaraan yang mengantar penumpang dari rumah ke stasiun kereta atau terminal bus.

B. Prabowo Kartoleksono, Head of Business Development, Sales & After Sales Service PT Mobil Anak Bangsa menjelaskan, Metropod yang hadir di Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 ini masih prototipe.

Baca juga: Konversi Vespa Klasik Jadi Listrik Makin Diminati

Metropod buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB)KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Metropod buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB)

"Ini masih proof of concept, sudah bisa running dan beroperasi. Jadi dari ide, kita jadikan benda yang bisa beroperasi sesuai dengan tujuannya (first/last mile transportation)," ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (22/7/2022).

Bowo mengatakan, rencananya Metropod akan tersambung dengan aplikasi sehingga bisa menjemput langsung ke rumah saat jam tidak padat. Sedangkan kalau jam sibuk, Metropod akan beroperasi sesuai rutenya.

"Metropod ini full listrik, kecepatannya rendah, 40 kpj, low speed electric vehicle. Dipakainya juga di pemukiman, jadi tidak usah kencang-kencang," kata Bowo.

Baca juga: Mobil Listrik Wuling Air ev Banjir Orderan


Secara model, Metropod nampak punya desain yang sederhana. Namun mengingat Metropod ini masih prototipe, jadi bisa saja ada perubahan bentuk di prototipe yang selanjutnya.

"Di kabinnya ada empat kursi penumpang. Kapasitasnya bisa sampai 9 orang, lantai kita desain rendah, jadi orang tingginya 175 cm itu masih bisa berdiri," kata Bowo.

Kabin Metropod buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB)KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Kabin Metropod buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB)

Untuk prototipe ini, Bowo menjelaskan kalau baterai yang digunakan sebesar 15 kWh. Ukuran yang tidak terlalu besar ini ditujukan karena jarak tempuh hariannya yang tidak terlalu jauh.

"Kecil aja (baterainya) karena sehari mungkin cuma 40 km maksimum. Cita-cita kita nanti dia pakai baterai swap-nya motor, jadi kalau habis di tengah hari, tinggal ke swap station," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.