Krisis Cip Semikonduktor Pengaruhi Target Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Kompas.com - 19/07/2022, 16:40 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Pada 2021 Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan jika 2025 Indonesia akan mencapai target produksi mobil listrik sebanyak 600.000 unit.

Target tersebut sejalan dengan komitmen dari berbagai produsen otomotif di Tanah Air yang kian menggeliat.

Berdasarkan data dari wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari-Juni 2022, Hyundai Ioniq 5 berhasil di jual 395 unit, kemudian Ioniq EV 29 unit, Kona EV 20 unit, dan Genesis G80 10 unit, DFSK Gelora E 4 unit, Nissan Leaf 31 unit, Toyota C+Pod 2 unit, dan Lexus UX300e 4 unit.

Baca juga: Suzuki Ertiga Hybrid Mulai Goda Segmen Fleet

Artinya dari data tersebut masih banyak jumlah yang harus diproduksi untuk menembus 600.000 unit. Namun, banyak faktor yang masih menjadi kendala untuk mencapai target tersebut.

Salah satunya adalah ketersediaan micro chip atau chip semikonduktor yang masih menjadi permasalahan industri mobil listrik dunia.

Ilustrasi cip semikonduktoreurope.autonews.com Ilustrasi cip semikonduktor

“Nah sekarang permasalahan yang cukup signifikan adalah kondisi micro chip yang masih problem di seluruh dunia. Dan mobil listrik sangat bergantung pada micro chip, “ kata Pengamat otomotif Bebin Djuana kepada Kompas.com, Selasa (19/7/2022).

Menurut Bebin, selama ini banyak yang mengatakan jika mobil listrik hanya bergantung pada batre. Namun, pada kenyataanya micro chip juga dibutuhkan oleh mobil listrik.

Baca juga: Beli Sepeda Listrik Masih Aman, Tidak Ada Larangan

Akan tetapi krisis chip semikonduktor atau micro chip merupakan kendala besar di seluruh dunia. Bebin juga mengatakan, kalau dilihat kebutuhan dalam negeri sebenarnya angka 600.000 belum terlalu muluk.

"Tidak terlalu besar tidak terlalu berlebihan. Tetapi kendala serius yang harus dihadapi ini sebenarnya masalah dunia. Jadi ketika urusan micro chip berhasil diatasi dunia, maka tentunya Indonesia semakin mendekati kenyataan untuk mendekati produksi target di tahun 2025,” kata Bebin.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.