Apakah Mobil Turbo Boleh Konsumsi Pertalite?

Kompas.com - 15/07/2022, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Naiknya harga bahan bakar dewasa ini menimbulkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih kendaraan. Masyarakat perlu lebih selektif agar mobil yang dibeli tidak menguras kantong hanya untuk membeli bahan bakar.

Sementara itu, hanya Pertalite bensin yang paling murah karena masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. Jika pada akhirnya Pertamina menentukan mobil yang boleh membeli Pertalite adalah mobil-mobil dengan kapasitas mesin kecil, maka bisa menguntungkan mobil-mobil kompak dengan teknologi turbo.

Pasalnya, mesin turbo memang didesain memiliki kapasitas mesin kecil, tapi memiliki tenaga sepadan dengan mesin berkapasitas lebih besar. Teknologi turbo juga kini bukan fokus mengejar tenaga tapi konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Secara mekanis, mesin turbo tidak hanya mengandalkan kubikasi silinder pada mesin, tapi juga mengandalkan tekanan turbin dalam menyuplai udara.

Baca juga: Apa Betul Mobil Mesin Turbo Harus Minum Pertamax Turbo?

Mesin 1.000 cc turbo VW T-CrossDOK. GARUDA MATARAM MOTOR Mesin 1.000 cc turbo VW T-Cross

Dengan kata lain, mesin turbo bisa menghasilkan kompresi yang lebih tinggi daripada mesin tanpa turbo dengan kapasitas yang sama. Jadi, tidak heran jika mesin turbo menjadi perhatian masyarakat saat ini.

Namun, secara teknikal apakah mesin turbo boleh mengkonsumsi Pertalite?

Foreman Nissan Bintaro, Ibrohim mengatakan boleh-boleh saja mesin turbo menenggak Pertalite, tapi harus melihat spesifikasi mesin, sebenarnya setinggi apa sih kompresinya.

“Jika dilihat dari rasio kompresi, mesin turbo memang memiliki rasio kompresi yang lebih rendah, secara kapasitasnya juga lebih rendah, tapi mesin turbo memiliki komponen penunjang lain dalam meningkatkan kompresi mesin,” ucap Ibrohim kepada Kompas.com, Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Pakai Pertamax Turbo, Perhatikan Spesifikasi Mobil Biar Tidak Mubazir

Daihatsu Rocky 1.0LKOMPAS.com/STANLY RAVEL Daihatsu Rocky 1.0L

Dia mengatakan mesin turbo sebenarnya tetap menghasilkan kompresi tinggi, meski memiliki rasio kompresi rendah. Jadi, tetap saja membutuhkan bahan bakar yang beroktan tinggi demi menunjang kebutuhan mesin.

Boleh sih boleh saja menggunakan Pertalite, tapi kalau tidak sesuai spesifikasi ya nanti bisa berpengaruh pada tenaga mesin,” ucap Ibrohim.

Dia mengatakan setiap mobil memiliki rekomendasi dari pabrikan berdasarkan kompresi mesin, tidak hanya dari rasio kompresi. Ibrohim mengatakan biasanya jenis bahan bakar yang direkomendasikan tertera di buku panduan.

“Kalau Nissan Magnite sih sebaiknya pakai Pertamax, biar maksimal,” ucap Ibrohim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.