2 Alasan Pengemudi Bus Kerap Ugal-ugalan di Tol

Kompas.com - 12/07/2022, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian bus yang kebut-kebutan di jalan tol memang menjadi pemandangan yang sering muncul. Apalagi saat ini ruas tol di Indonesia sudah cukup bagus dan mulus, bisa dilewati siapa saja.

Tidak jarang terlihat bus yang pepet kendaraan di depannya atau menyalip dari bahu jalan dengan kecepatan yang tinggi. Padahal, risiko kecelakaan ketika pengemudi ugal-ugalan tentu meningkat.

Apalagi ketika bus mengalami kecelakaan, biasanya bisa menimbulkan korban bahkan sampai meninggal dunia. Tapi apa sebenarnya yang kerap membuat pengemudi bus melakukan aksi berbahaya tersebut?

Baca juga: PO Juragan 99 Punya 2 Bus Tingkat Baru dengan Kabin Super Mewah

Kecelakaan bus Rukun Sayur dengan nomor polisi AD 1523 CF di kilometer 202 Tol Palimanan - Kanci, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015). Akibat kecelakaan ini sedikitnya 11 orang meninggal dunia. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Kecelakaan bus Rukun Sayur dengan nomor polisi AD 1523 CF di kilometer 202 Tol Palimanan - Kanci, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015). Akibat kecelakaan ini sedikitnya 11 orang meninggal dunia. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ada dua alasan kenapa pengemudi bus kerap ugal-ugalan di jalan tol, pertama mengejar waktu, satu lagi memang senang adrenalin.

"Seperti yang kita ketahui, pengemudi diberi target ketibaan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Jika ada keterlambatan membuat jadwal berikutnya berantakan dan berimbas hilangnya penumpang," kata Sony kepada Kompas.com, Selasa (12/7/2022).

Kemudian, untuk alasan kedua, pengemudi yang senang kebut-kebutan berdalih menghilangkan jenuh dan kantuk. Apalagi bus bisa dibilang cukup stabil saat dibawa mengebut.

Baca juga: Intip Interior Mobil Listrik Murah Wuling Air ev


"Upaya ini (mengebut) dinilai berhasil oleh mereka tetapi tipis antara selamat dan bahaya," ucap Sony.

Untuk memberantas pengemudi bus yang ugal-ugalan, butuh ada andil dari perusahaannya. Selain itu, petugas seharusnya memberi hukuman yang sepadan bukan cuma untuk pengemudi, melainkan juga operator bus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.