Jangan Pasrah Andalkan Maps, Kenali Rute Jalan Sebelum Berkendara

Kompas.com - 10/07/2022, 09:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggunakan aplikasi peta digital seperti Google Maps atau Waze menjadi salah satu alternatif untuk pengemudi yang ingin berkendara ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Tidak hanya membantu pengemudi melihat rute, aplikasi peta digital umumnya juga dapat menyarankan jalur atau rute alternatif yang bisa dilewati, jika jalan utama terlampau macet atau memiliki jarak tempuh yang lebih panjang dan akan melelahkan.

Namun, tidak jarang pengguna kendaraan bermotor malah berujung tersesat hingga celaka saat mengandalkan aplikasi peta digital tanpa memperhatikan keadaan di sekitar.

Baca juga: Kasus Motor Masuk Tol karena Google Maps, Pastikan Pakai Mode Khusus Motor

Kejadian seperti motor masuk jalan tol, mobil masuk ke hutan dan terperosok, akibat terlalu fokus dengan panduan dari aplikasi peta digital tanpa mengetahui medan jalan yang akan dilalui.

Perlu diingat, seringkali rute alternatif yang disarankan oleh aplikasi peta digital tidak selalu bisa dilewati oleh kendaraan bermotor roda empat atau bahkan roda dua. 

Maka dari itu, penting bagi pengemudi untuk mempelajari terlebih dahulu rute perjalanan dan biasakan untuk bertanya kepada orang sekitar jika ragu terhadap panduan peta digital.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan bahwa aplikasi penunjuk jalan sebaiknya digunakan pengemudi sebatas utnuk referensi saja.

Mobil Honda BR-V terperosok ke dalam ladang jagung di Dusun Geleh, Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, Tuban, setelah pengemudinya mengikuti petunjuk arah google maps.KOMPAS.COM/DOK POLSEK GRABAGAN Mobil Honda BR-V terperosok ke dalam ladang jagung di Dusun Geleh, Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, Tuban, setelah pengemudinya mengikuti petunjuk arah google maps.

Baca juga: Alasan Kenapa Motor Injeksi Tak Perlu Lama-lama Dipanaskan

"Aplikasi penunjuk arah sebaiknya digunakan sebagai referensi agar lebih mudah, dekat, aman dan arahnya jelas. Tidak disarankan mengandalkan 100 persen, karena nomor satu pengemudi harus paham detail lokasinya," ucap Sony kepada Kompas.com beberapa waktu yang lalu.

Sony mengatakan, hanya pengemudi pemula yang masih mengandalkan aplikasi peta digital secara penuh. Jika sudah memiliki banyak pengalaman, umumnya pengambilan keputusan dalam hal-hal ini akan lebih banyak pertimbangannya.

"Berikutnya, pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri. Artinya, kalau memang jalan tersebut sudah terlihat tidak layak, ya jangan diteruskan. Kontak yang bersangkutan untuk minta supaya pertemuannya di geser ke area yang lebih aman," ucap Sony.

Baca juga: Mengenal Trijaya Union, Karoseri Legenda Berstandar Merek Jepang

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.