Mengapa Main Ponsel Saat Mengemudi Mobil Itu Berbahaya?

Kompas.com - 06/07/2022, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelalaian berkendara dengan bermain handphone (hp) atau ponsel masih kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Bahkan, beberapa kasus sampai merenggut nyawa dan merugikan pengguna jalan lain.

Padahal banyak pakar keselamatan berkendara yang sudah cukup sering memberikan imbauan agar pengendara menahan diri untuk melaksanakan aktivitas tersebut.

Selain itu, polisi juga berhak melakukan tilang berdasar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 289 Jo pasal 106 ayat (6) dengan denda maksimal Rp 750.000.

Baca juga: Mengenal Tiga Macam Prinsip Mengemudi

Ilustrasi kecelakaan kendaraan.Shutterstock Ilustrasi kecelakaan kendaraan.

"Memang masih kerap terjadi. Tapi ini jelas tidak boleh dibiasakan karena sudah banyak kasus dan terbukti berbahaya," kata Training Director DKI Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu kepada Kompas.com, belum lama ini.

Lebih jauh, berdasarkan hasil penelitian institusi keselamatan berkendara di Inggris, ada tiga tipe penggunaan ponsel, yaitu texting dan membaca, bicara di telepon tanpa wireless, dan bicara dengan wireless.

“Ketiga perlakuan tadi, memberikan kualitas konsentrasi yang buruk sekali saat mengemudi. Mengganggu konsentrasi kita dan berpengaruh pada kemampuan persepsi dan motorik,” kata dia.

Baca juga: Prinsip Berkendara Defensive Driving, Selalu Mengalah di Jalan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro)

Pada penelitian tersebut, berbicara sambil mengemudi tanpa wireless menambah risiko gangguan di atas 65 persen. Sedangkan yang memakai wireless 47 persen dan untuk texting sendiri 40 persen.

“Sehingga, saat bermain ponsel, peluang kita hilang kendali atau kesalahan jadi makin besar. Padahal, kesalahan dalam mengemudi tidak bisa ditolerir karena menyangkut nyawa sendiri dan orang lain,” kata Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.