Kompas.com - 05/07/2022, 17:12 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Busi pada mobil berperan sebagai pembakar bahan bakar yang sudah dikompresi oleh piston.

Seperti komponen mobil lainnya, busi juga memiliki batas usia pakai. Jika spark plug sudah dalam kondisi tidak normal atau rusak, biasanya juga menimbulkan gejala yang bisa dirasakan oleh pengemudi

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, dalam pemakaian normal busi mempunyai usia pemakaian hingga 20.000 kilometer.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Transmisi Model CVT Lebih Hemat BBM?

“Tetapi untuk jenis busi iridium lebih lama lagi masa pemakaiannya bisa mencapai 100.000 kilometer,” katanya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Meski begitu, penggantian busi tidak harus menyesuaikan dengan masa usia rata-rata pemakaiannya. Hal ini dikarenakan kondisi mesin setiap mobil juga berbeda-beda.

 

Usia pemakaian busi mobil tidak bisa disamakan antara satu mobil dengan mobil lainnya. Bisa jadi busi lebih cepat rusak atau memiliki masa pakai yang lebih lama.

Jika busi mobil mengalami kerusakan atau mati, Didi mengatakan akan ada gejala yang bisa dirasakan oleh pengemudi. Biasanya jika busi mati atau rusak, mesin mobil akan terasa pincang.

Busi mobilBusi mobil Busi mobil

 

Kondisi ini bisa diketahui pemilik mobil yang biasa menggunakannya karena mesin yang berputar akan terasa seperti tidak seimbang.

“Tanda busi rusak yang paling terlihat itu mesinnya akan terasa pincang, itu menandakan ada salah satu busi yang mati,” kata Didi.

Baca juga: Kembali Tren, Apa Saja Keunggulan Bus Single Glass?

Selain mesin yang terasa pincang, hal lain yang dapat dijadikan indikasi busi mati yakni getaran mesin juga akan berbeda dari biasanya.

“Getarannya yang dirasakan akan lebih kasar dari biasanya,” kata Didi. 

Maka dari itu, jika mengalami gejala tersebut sebaiknya langsung dilakukan pengecekan kondisi busi dan jangan menunggu hingga mencapai 20.000 kilometer.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.