Dampak Krisis Cip Semikonduktor, BMW Pangkas Beberapa Fitur

Kompas.com - 02/07/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis cip semikonduktor berdampak pada banyak sektor, termasuk sektor otomotif. Krisis ini dirasakan juga oleh BMW Group Indonesia.

Beberapa pabrikan kesulitan mendapatkan semikonduktor dan berujung pada aktivitas produksi yang terhambat. Dampaknya, konsumen harus menunggu cukup lama untuk membeli model tertentu.

Baca juga: BMW Indonesia Fokus Persiapkan Teknisi untuk Kendaraan Listrik

Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia Jodie O'Tania mengatakan, untuk krisis cip semikonduktor, dirinya meyakini masih akan dalam jangka waktu yang cukup panjang terjadi.

Pabrik BMW di Thailand.Nikkei Pabrik BMW di Thailand.

"Tapi, untuk stok, kita akan berusaha pelanggan masih bisa mendapatkan stok," ujar Jodie, kepada wartawan, saat peluncuran BMW 5 Touring M Sport, di BSD, Tangerang Selatan, Kamis (30/6/2022).

Untuk BMW sendiri, kelangkaan cip semikonduktor disiasati dengan mengurangi beberapa fitur pada mobil. Khususnya, fitur yang tidak terlalu dibutuhkan oleh konsumen.

Baca juga: BMW Beri Isyarat Luncurkan Mobil Listrik i4 dan iX Dalam Waktu Dekat

"Pastinya ada beberapa fitur yang digantikan atau dihilangkan. Terutama, untuk fitur-fitur yang tidak esensial untuk pelanggan," kata Jodie.

Pekerja menyelesaikan perakitan mobil All-new BMW X3 di pabrik BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Jakarta Utara, Rabu (18/7/2018). The All-new BMW X3 xDrive20i rakitan dalam negeri ditawarkan dengan harga Rp 1,009,000,000,- off-the-road.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pekerja menyelesaikan perakitan mobil All-new BMW X3 di pabrik BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Jakarta Utara, Rabu (18/7/2018). The All-new BMW X3 xDrive20i rakitan dalam negeri ditawarkan dengan harga Rp 1,009,000,000,- off-the-road.

"Jadi, memang yang tidak terlalu dibutuhkan oleh pelanggan. Misalnya, surround sound atau wireless charger. Tapi, wireless charger sih yang paling banyak," ujarnya.

Sementara untuk pembelian, Jodie menambahkan, unit BMW juga masih inden. Lamanya inden tergantung dari modelnya, ada yang lebih dari enam bulan.

Tapi, untuk beberapa model yang sudah dirakit secara lokal, Jodie memastikan, indennya lebih cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.