Kelangkaan Cip Semikonduktor Diprediksi Terjadi sampai 2023

Kompas.com - 28/06/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri otomotif saat ini tengah mengalami kesulitan bahan baku, salah satunya adalah langkanya komponen cip semikonduktor. Krisis ini terjadi secara global dan diketahui sudah berlangsung sejak 2021.

Sebagai informasi, cip semikonduktor merupakan salah satu 'otak' pada kendaraan yang mendukung fungsi-fungsi elektronik, mulai dari sistem panel instrumen digital, teknologi otonom, sampai sistem keyless.

Dampaknya terjadi antrean pemesanan kendaraan karena terhambatnya produksi, baik mobil maupun motor, hingga berbulan-bulan lamanya.

Baca juga: Imbas Perubahan Nama Jalan di Jakarta, Ini Cara Ganti BPKB dan STNK

Ilustrasi cip semikonduktorTHEGUARDIAN.com/Vlad Deep/Alamy Ilustrasi cip semikonduktor

Pengamat otomotif dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, kelangkaan cip semikonduktor diprediksi masih terjadi sampai 2023.

“Industri otomotif hanya tinggal menghabiskan stok cip yang mereka miliki. Kecuali beberapa pemain kelas dunia yang sudah mengikat kerja sama saling mengikat jangka panjang dengan industri cip,” ujar Martinus, kepada Kompas.com (27/6/2022).

“Seperti Toyota dengan Renesas, China dengan industri cip Geely, SMEE, Taiwan dan banyak lagi, serta Korea dengan industri cip Samsung,” kata dia.

Baca juga: Update Wajib Punya BPJS Kesehatan untuk Urus Perpanjangan STNK

Meski begitu, kelangkaan cip bisa teratasi lebih cepat. Andaikata perang Rusia-Ukraina usai, dan rampungnya pabrik cip semikonduktor yang baru.

“Semoga tahun 2023 kelangkaan cip semikonduktor segera teratasi dengan selesainya pembangunan pabrik cip Intel dan beberapa lainnya,” ucap Martinus.

“Karena, suplai terbesar gas mulia dunia berasal dari Ukraina dan Rusia. Gas mulia seperti gas Neon merupakan bahan yang sangat dibutuhkan untuk dapat memproduksi cip,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.