Kapan Pengemudi Bus Harus Istirahat Selama Menyetir?

Kompas.com - 24/06/2022, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu faktor yang menyebabkan bus alami kecelakaan adalah pengemudi yang kelelahan. Ketika lelah, tingkat konsentrasi pengemudi tentu menurun, sehingga berisiko celaka.

Selain itu, pengemudi bus AKAP maupun pariwisata tentu rawan dengan yang namanya lelah. Untuk bus AKAP, jarak tempuh biasanya sangat jauh, sedangkan pengemudi bus pariwisata kerap kurang istirahat karena mengikuti jadwal penumpang.

Sebenarnya mengenai aturan istirahat pengemudi sudah diatur pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM).

Baca juga: Lampu Sorot Depan Jadi Aksesori yang Banyak Dipasang Bus Sumatera

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berdialog dengan pengemudi bus saat meninjau Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta, Minggu (17/4/2022). Peninjauan tersebut untuk mengecek kesiapan pelayanan angkutan darat di Terminal Bus Kampung Rambutan secara langsung dan sejumlah terminal bus di Indonesia secara daring menghadapi arus mudik Lebaran 2022 ini.ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berdialog dengan pengemudi bus saat meninjau Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta, Minggu (17/4/2022). Peninjauan tersebut untuk mengecek kesiapan pelayanan angkutan darat di Terminal Bus Kampung Rambutan secara langsung dan sejumlah terminal bus di Indonesia secara daring menghadapi arus mudik Lebaran 2022 ini.

Berdasarkan SPM, Sopir maksimal istirahat maksimal 15 menit setelah mengemudi selama dua jam berturut-turut.

Pengemudi diimbau untuk istirahat selama 30 menit setelah mengemudi empat jam. Pengemudi maksimal menyetir delapan jam perjalanan, setelah itu harus istirahat dan diganti dengan pengemudi lain,” ucap Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia kepada Kompas.com, belum lama ini.

Biasanya bus AKAP punya dua pengemudi selama satu kali jalan. Jadi ketika satu pengemudi kelelahan, bisa langsung diganti sehingga perjalanan bisa dilanjutkan dan lebih cepat.

Baca juga: Kejadian Lagi, Mobil Jatuh Kelontang Saat Cuci Hidrolik


Sedangkan untuk bus pariwisata, ada yang dua pengemudi atau satu orang saja, tergantung jarak. Hal ini yang sebenarnya bisa membuat pengemudi kelelahan kalau hanya sendiri ketika bertugas.

"Sejauh ini aturan jumlah pengemudi belum dicantumkan. Namun diimbau untuk bus dengan perjalanan jauh memiliki dua pengemudi,” kata Sani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.