Kata Orang Eropa Tentang Komunitas Vespa Indonesia, Mengejutkan dan Unik

Kompas.com - 14/06/2022, 17:01 WIB
|

BADUNG, KOMPAS.com - Komunitas Vespa di Indonesia diakui sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Hal tersebut semakin terbukti usai pergelaran Vespa World Days (VWD) yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia 9-12 Juni 2022.

Bahkan, Vespa World Club Former President (2021-2021) Martin Stift pun kagum karenanya. Terutama, pada budaya yang dibawa yaitu 'satu Vespa sejuta saudara'.

"Budaya dan jiwanya cukup sama dengan yang terdapt di Inggris. Seluruh Eropa diorganisir oleh klub Vespa dan klub lain, atau klub skuter. Tapi di sana anggotanya campuran seperti di sini sehingga apa yang kami lihat di sini adalah sebagian besar klub skuter," katanya belum lama ini.

Baca juga: Sisi Lain Vespa World Days 2022, Touring Jauh dan Tak Bisa Masuk Arena

Tuksedo Studio jadi destinasi wisata otomotif pada Vespa World Day 2022Dok. Tuksedo Studio Tuksedo Studio jadi destinasi wisata otomotif pada Vespa World Day 2022

"Yang mengejutkan adalah antusiasme dan rasa persaudaraannya," lanjut Stift.

Hal lain yang disoroti ialah adalahnya rompi (vest) yang dikenakan para komunitas Vespa. Menurut dia, itu adalah hal yang begitu berbeda jika dibanding dengan komunitas Vespa di Eropa dan Amerika Serikat.

"Di Eropa, komunitasnya hanya berkendara dan Anda tidak akan melihat itu (rompi) bersama dengan Vespa," ucap pria asal Austria tersebut.

Tidak sampai di sana, banyaknya pengendara wanita yang ikut masuk di komunitas maupun ketika berkendara Vespa juga mendapatkan sorotan.

Baca juga: Vespa World Days Digelar Lagi di Indonesia pada 2031

Pecinta Vespa asal Italia, Pecorari Mario (69) dan Sandra Carozzi (59) melakukan touring ke Indonesia untuk perhelatan Vespa World Days (VWD).Instagram/marloesandrainviaggio Pecinta Vespa asal Italia, Pecorari Mario (69) dan Sandra Carozzi (59) melakukan touring ke Indonesia untuk perhelatan Vespa World Days (VWD).

Apalagi, di negara berkembang seperti Indonesia yang mayoritas muslim, keadaan terkait sangatlah penting untuk mengubah presepsi atas wanita dalam komunitas Vespa.

"Ini adalah alasan lain yang harus kita tunjukkan bahwa hal itu tak selalu hitam putih. Ini adalah komunitas di mana pria dan wanita berkerja serta membantu satu sama lain," ujar Stift.

"Anda tidak bisa membayangkan seberapa pentingnya untuk mendorong wanita di Eropa dan Amerika untuk pergi ke jalan dan mengatakan bahwa mereka juga bagian dari komunitas. Sehingga membuat komunitas Vespa di sini begitu unik, luar biasa," tambahnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.