Kompas.com - 24/05/2022, 16:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir rob baru saja melanda daerah Semarang, Jawa Tengah dan sekitarnya. Sampai saat ini pun masih ada beberapa daerah yang tergenang seperti Semarang Utara, Pelabuhan Tanjung Emas, dan Genuk.

Berbeda dengan banjir biasa, banjir rob adalah air laut yang masuk ke daratan. Sehingga air yang menggenang daratan atau jalanan ini adalah air asin, bukan tawar.

Oleh karena itu, air asin ini sebenarnya lebih berbahaya jika mengenai mobil. Mengingat kandungan garam yang ada pada air tadi bisa mempercepat terjadinya karat atau korosi pada komponen kendaraan.

Baca juga: Terabas Banjir Rob, Jangan Lupa Cuci Area Kolong Mobil

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi banjir rob di Jalan Kalianak, Surabaya, Jawa Timur,  Kamis (19/5/2022). Pasang air laut yang tinggi menyebabkan jalan tersebut tergenang banjir rob dan mengakibatkan kemacetan panjang.ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi banjir rob di Jalan Kalianak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/5/2022). Pasang air laut yang tinggi menyebabkan jalan tersebut tergenang banjir rob dan mengakibatkan kemacetan panjang.

Lalu bagaimana jika mobil terpaksa melewati genangan air asin, apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kerusakan kendaraan?

Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak mengatakan, kalau daerah tersebut memang ada banjir rob, sebaiknya cari jalan lain sebagai alternatif. Namun ada beberapa hal yang harus dilakukan jika terpaksa melewati banjir.

"Setelah lewat itu (banjir rob) segera mungkin untuk dilakukan pencucian. Minimal dicuci dahulu, tapi cucinya yang ekstra terutama bagian bawah," ucap Suparna kepada Kompas.com, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: Adu All New Voxy dan Serena C27, Siapa Lebih Nyaman buat Penumpang?

Kemudian, bagian bawah ini bukan cuma disemprot, tapi juga diberi sabun yang bersifat meluluhkan garam. Meskipun mobil sudah dilapisi anti karat, tetap ada komponen yang tidak terlindungi, makanya tetap harus dicuci bersih.

"Kemudian komponen-komponen seperti konektor sistem elektronik segera dikeringkan. Hal ini bisa dilakukan di bengkel resmi," ucapnya.

Jadi nanti konektor sistem elektronik kendaraan dibuka sambungannya lalu dikeringkan, bisa dengan angin. Kemudian, diberi grease pada konektor yang akan mengantisipasi korosi atau karat.

"Walaupun enggak ada masalah elektronik setelah melibas banjir rob, tapi sekian lama bisa baru akan muncul. Memang korosi itu tidak langsung muncul, bisa satu bulan atau dua bulan lagi. Jadi lebih baik memang dibersihkan konektornya," kata dia.

Suparna menambahkan, ketika berada di bengkel tadi, bisa sekalian dilakukan general check up, terutama untuk fungsi-fungsi elektronik. Jadi bisa dicek apa ada kerusakan setelah melewati banjir rob atau tidak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.