Kompas.com - 23/05/2022, 18:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban menjadi salah satu komponen yang penting pada mobil lantaran langsung bersentuhan dengan aspal. Karena itu, penting bagi pemilik dan pengguna memperhatikan kondisinya.

Agar aman dalam perjalanan, baiknya pemilik mobil melakukan pengecekan alur ban, dan yang tak kalah penting juga memperhatikan tekanan udaranya.

Karena bila tekanan udara yang berlebih atau kurang, bisa menimbulkan dampak yang buruk dan membuat mobil tak nyaman saat dikendarai.

Baca juga: Kasus Pengendara Pajero Sport Arogan, Ini Ancaman Ugal-ugalan di Jalan

Baru-baru ini, sebuah rekaman yang diunggah akun Instagram @dashcamindonesia pada Senin (23/5/2022), menunjukkan mobil sedan yang tiba-tiba hilang kendali hingga keluar dari jalan saat tengah menyalip kendaraan lain.

Dari keterangan unggahan tersebut, dikatakan bahwa insiden terjadi akibat ban mobil sedan yang pecah.

"Hati hati dijalan. Akibat ban pecah," tulis unggahan tersebut.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab ban mobil pecah, salah satunya tekanan udara pada ban yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan ketentuan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

OVT Manager PT Gajah Tunggal Tbk. Zulpata Zainal menjelaskan, kekurangan tekanan udara bisa membuat ban mobil menjadi mudah rusak.

Bahkan ban juga mudah pecah bila tekanan udara di dalamnya kurang dari yang telah rekomendasi.

"Kondisi kerusakan paling buruk pada ban adalah disebabkan karena kurangnya tekanan udara. Kurangnya udara pada ban sama juga dengan beban yang berlebihan," ucap Zulpata kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mengapa Pengguna Pajero dan Fortuner Identik dengan Pengemudi Arogan?

Ilustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban.Shutterstock Ilustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban.

Untuk memastikan bahwa tekanan udara ban sesuai, pemilik bisa melihat rekomendasinya pada stiker yang ditempel pada pintu pengemudi atau penumpang depan.

"Yang paling bagus adalah tekanan udara sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan, jangan kelebihan dan jangan kekurangan," ucap Zulpata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.