Kompas.com - 17/05/2022, 13:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi pemilik mobil berbahan bakar solar, pasti familiar dengan istilah diesel runaway.

Buat yang belum paham, diesel runaway adalah kondisi mesin diesel dalam kondisi hidup terus menerus dan tidak bisa berhenti sekalipun kunci sudah dalam posisi off.

Nah, bagi yang belum pernah mengalami, pasti akan panik dan bingung ketika dihadapi masalah diesel runaway. Tapi jangan khawatir, pasalnya hal ini bisa ditangani sendiri.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan runaway pada mesin diesel.

Baca juga: Apa yang Terjadi kalau Oli Mesin Diesel Dipakai Mobil Bensin?

Tetapi yang paling aman adalah menunggu solar habis, hingga mesin mati dengan sendirinya, atau menunggu kerusakan sistem mekanikal lainnya yang membuat pasukan solar terhenti.

“Memang ada metode lain untuk mematikan kondisi demikian, yakni dengan menghentikan pasokan udara. Artinya, harus melepas saluran udara untuk menutupnya. Akan tetapi harus pastikan penutupnya cukup kuat supaya tidak terhisap,” ujar Didi beberapa waktu lalu saat dihubungi Kompas.com.

Toyota Fortuner 2.800 ccKompas.com/AdityoWisnu Toyota Fortuner 2.800 cc

Namun menurut Didi, cara tersebut memiliki risiko yang lumayan besar. Pada saat buka kap mesin, tangan bisa saja melepuh terkena air radiator yang sewaktu-waktu bisa meledak.

“Cara lain yang bisa dilakukan dengan mengeluarkan atau menyedot solar pada tangki, ini pun dengan catatan jika kondisi memungkinkan,” kata Didi.

Baca juga: Alasan Mobil Diesel Mulai Jarang Ditemui di Pasar Mobil Bekas

Dari beberapa cara mengatasi diesel runaway, Didi mengatakan paling aman dari risiko adalah  dengan menghabiskan solar pada tangki.

Hal ini bisa dilakukan dengan menempatkan tuas transmisi pada posisi netral (N), tarik tuas rem, serta segera keluar dari mobil dan menjauh.

Mesin 1GD Toyota FortunerKompas.com/AdityoWisnu Mesin 1GD Toyota Fortuner

 

Tunggu sampai solar dalam tangki habis atau terjadi kerusakan lain yang menghentikan pasokan bahan bakar.

“Memang membutuhkan waktu yang lama, namun cara ini paling aman dan tidak akan menimbulkan risiko yang berbahaya bagi pengendara,” ucap Didi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.