Jurus Anti Selip Saat Mengendarai Mobil di Jalan Berlumpur

Kompas.com - 14/05/2022, 14:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Melintasi jalan berlumpur kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi mobil. Mobil dengan penggerak roda depan lebih rawan selip.

Ban selip adalah kondisi di mana ban mobil hilang kontrol saat berkendara. Jalan yang licin seperti rumput basah atau lumpur rawan memicu kondisi ban mobil selip.

Training Director Jakarta Defensive Driving (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan penggerak roda depan mobil lebih rawan selip jika melewati tanjakan yang licin, oleh karena itu berkendara harus menggunakan teknik yang tepat agar tetap aman saat melintasi jalan berlumpur.

Baca juga: Contraflow Berlaku di Tol Jakarta-Cikampek Km 47 sampai Km 65

“Ketika ingin melewati rintangan yang licin, jangan menekan gas terlalu dalam karena penggerak roda depan itu lebih mudah kehilangan cengkraman. Kalau ban mobil sudah spin atau selip, kendaraan akan merosot ketika di tanjakan, atau diam ditempat,” kata Jusri kepada Kompas.com.

Jusri menyarankan, pastikan berjalan secara perlahan untuk mobil penggerak roda depan.
Kemudian, gunakan pula rem tangan ketika mulai berjalan di tanjakan.

Ketika mobil mulai bergerak, turunkan rem tangan dan tekan gas secara halus dan bertahap. Dan perlu diingat untuk tetap tenang, jangan buru-buru untuk menekan gas.

Warga di RT 05 RW 08, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur bersama tim relawan bergotong royong membersihkan material lumpur akibat banjir yang terjadi pada Senin (14/3/2022).KOMPAS.COM/Nugraha Perdana Warga di RT 05 RW 08, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur bersama tim relawan bergotong royong membersihkan material lumpur akibat banjir yang terjadi pada Senin (14/3/2022).

“Tekan gas secara halus dan bertahap untuk menghindari ban kehilangan traksi dengan permukaan yang licin,” ujar Jusri.

Jusri juga menambahkan, ketika mobil melewati jalan berlumpur, gunakan putaran mesin yang rendah. Cara ini dapat dilakukan dengan menempatkan gigi perseneling pada satu tingkat lebih tinggi dibanding berjalan di jalan biasa.

Baca juga: Saat Melakukan Pengereman Mendadak di Tol, Perlu Menyalakan Hazard?

“Posisikan gigi lebih tinggi satu tingkat, misalnya jika berjalan 40 km/jam di jalan biasa menggunakan gigi 2, di jalan licin bisa menggunakan gigi 3. Hal tersebut dikarenakan mobil penggerak roda depan respon terhadap gasnya lebih cepat, bisa membuat cengkraman roda terlepas, jadi harus bertahap,” ujar Jusri. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.