Kompas.com - 07/05/2022, 13:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada istilah atau anggapan bila mobil yang cukup lama tak dipakai bisa membuat bahan bakarnya menjadi basi, alias bensin basi.

Lalu apakah anggapan tersebut benar adanya.  Apakah memang bensin sendiri memiliki masa kadaluwarsa?

Menjawab hal tersebut, Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan, yang dimaksud bensin basi terjadi karena ada ubahan unsur kimia dalam kandungan bahan bakar.

Artinya, penyebutan bensin basi hanya sekadar istilah, karena memang tak memiliki masa kadaluwarsa.

Baca juga: Jangan Biarkan Tangki Bensin Kosong Saat Mobil Ditinggal Mudik

Penyebab berubahnya unsur kimia disebabkan bahan bakar yang mengendap terlalu lama di dalam tangki. Sehingga, kandungan bensin tercampur zat kimia lain.

“Unsur kimia dalam bahan bakar bisa terkontaminasi dengan zat logam atau zat lainnya yang ada di tangki atau saluran bahan bakar,” ujar Yus, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Perbedaan Oli Mesin Diesel dan Bensin

Yus menambahkan, kondisi tersebut akan semakin parah apabila pemilik kendaraan tak mengisi bensin penuh ke dalam tangki.

Karena saat malam hari, di mana ada perubahan tekanan suhu atau pengaruh cuaca bisa menimbulkan embun. Bila sudah demikian, tangki BBM bisa berpotensi menimbulkan korosi.

Petugas melayani pengisian BBM di SPBU 24.351.126 Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (19/4/2022). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengerahkan 384 unit armada mobil tangki, 27 unit bridger avtur dan 174 unit skid tank untuk LPG serta 16 titik SPBU kantung dan 15 titik layanan motoris pada jalur mudik ditambah 11 SPBU Siaga Tol Trans - Sumatera dan empat SPBU Modular di sepanjang jalur Tol Bakauheni - Palembang.ANTARA FOTO/ARDIANSYAH Petugas melayani pengisian BBM di SPBU 24.351.126 Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (19/4/2022). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengerahkan 384 unit armada mobil tangki, 27 unit bridger avtur dan 174 unit skid tank untuk LPG serta 16 titik SPBU kantung dan 15 titik layanan motoris pada jalur mudik ditambah 11 SPBU Siaga Tol Trans - Sumatera dan empat SPBU Modular di sepanjang jalur Tol Bakauheni - Palembang.

“Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar bensin tidak basi atau tidak terkontaminasi zat lainnya. Makanya, tangki bahan bakar usahakan harus penuh saat kendaraan ditinggal lama, atau sebaliknya dikosongkan,” kata Yus.

Menurut Yus, penting juga memanaskan mesin kendaraan secara berkala misal dua atau tiga hari sekali, agar bahan bakar bersirkulasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.