Fisik, Lantunan Musik, dan Persiapan Arus Balik Mudik

Kompas.com - 04/05/2022, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sampai bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman, kini giliran persiapan untuk arus balik mudik Lebaran 2022.

Saat akan berkendara jarak jauh, penting bagi pengemudi untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis agar bisa mengemudikan kendaraan dengan baik sampai ke tempat tujuan.

Sama seperti kondisi fisik, kondisi mental dan emosional pengemudi juga bisa mempengaruhi keselamatan berkendara selama perjalanan. Untuk menjaga kondisi psikologis tetap baik, pengemudi bisa menyiasati dengan mendengarkan musik selama perjalanan.

Secara umum, sebenarnya tidak ada jenis musik tertentu yang bisa memberi dampak baik atau buruk terhadap pengemudi saat sedang berkendara jarak jauh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, menyesuaikan dengan kondisi pengemudi saat itu.

Baca juga: Perhatikan Kondisi Ban Cadangan Saat Mudik

Child & Family Psychologist Anna Surti Ariani menjelaskan, kondisi psikologis pengemudi yang sedang tidak baik bisa diperparah dengan jenis musik yang sedang didengarkan saat itu.

"Contohnya begini, kalau kondisi psikologis saya itu sedang mellow, apalagi depresi, maka sebenarnya banyak sekali jenis musik yang akan men-trigger itu. Misalnya tiba-tiba, dipasang musik yang agak mellow. Buat orang lain biasa aja, buat dia (yang sedang depresi) ya mengacaukan," ucap Nina, sapaan akrabnya, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Selain itu, Nina menjelaskan, seringkali mendengarkan lagu yang lambat atau mellow bisa memperparah rasa kantuk pengemudi. Kondisi ini mengacaukan kemampuan konsentrasi dan pengambilan keputusan selama berkendara, membahayakan semua orang di mobil maupun pengguna jalan yang lain.

Ilustrasi berkendara bersama keluarga.Dok. TAF Ilustrasi berkendara bersama keluarga.

"Kalau lagi berkendara, pengambilan keputusan itu terjadi setiap saat ya. Geser kanan, geser kiri, ngegas, atau berhenti dulu. Bisa kacau kondisinya," ucap Nina.

Kondisi psikis, lanjut Nina, sama pentingnya dengan kondisi fisik pengemudi. Kaitannya sangat erat dan harus diperhatikan, khususnya jika akan berkendara jarak jauh. Untuk mengantisipasi hal ini, Nina menekankan pentingnya istirahat dan persiapan sebelum berkendara.

Baca juga: Jangan Salah, Menggantung Parfum Mobil di Spion Tengah Berbahaya

"Fisik yang sehat itu akan menjadi pondasi untuk kondisi psikologis yang lebih stabil. Dan sebaliknya, kondisi psikologis yang stabil juga akan membuat kondisi fisik terbantu, tidak mudah nge-drop," ucap Nina.

Jika persiapan sebelum berkendara sudah matang; misalnya dengan istirahat yang cukup atau tidur 8 jam sebelum berkendara, istirahat berkala selama perjalanan dan menjaga kondisi mood tetap baik, gangguan-gangguan ini tidak akan terjadi.

"Kesiapan fisik dan emosional itu penting. Persiapan fisik itu, ya artinya kita tidur cukup, makan cukup, setiap empat jam istirahat. Persiapan emosional, misalnya mengingat hal-hal baik dan tujuan untuk membawa semua orang sampai ke tujuan dengan selamat," ucap Nina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.